Beranda News Nusantara Para ASN di Purworejo Kini Mulai Pakai Batik Kaprajan

Para ASN di Purworejo Kini Mulai Pakai Batik Kaprajan

425
BERBAGI
ASN Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengenakan batik kaprajan.

TERASLAMPUNG.COM — Batik kaprajan, motif batik khusus bagi seluruh ASN Pemkab Purworejo, resmi diluncurkan berbarengan dengan peresmian 24 proyek pembangunan, di Gedung Wanita Ahmad Yani, Kamis lalu (27/2/2020).

Karya para pembatik Purworejo itu berbentuk Kawungmanggis alias Gunungan Wora-wari Bang yang juga merupakan ciri khas batik Purworejo.

Motif Kawungmanggis memiliki makna khusus, antara lain kawung identik dengan busana raja yang berbicara benar, setia, jujur, dan pandai. Lalu, manggis adalah buah khas Purworejo yang kaya manfaat dari mulai kulit sampai buahnya. Gunungan selalu menjulang tinggi ke atas, sedangkan Wora-wari Bang adalah sejenis tanaman bunga yang selalu berbunga sepanjang waktu dan bisa tumbuh dimana-mana.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, berharap, sesuai maknanya, batik kaprajan dapat mengukuhkan semangat para ASN Pemkab Purworejo untuk bekerja dengan bekerja dengan benar, setia, jujur, pandai, dan bermanfaat untuk masyarakat. Bahkan, pemakaian batik kaprajan sebagai pakaian seragam ASN dapat memacu kreativitas dan prestasi mereka.

“ASN diharapkan dapat terus mengembangkan gagasannya dan siap mengemban amanah dimanapun,” kata Bupati Agus.

Pada peluncuran batik kaprajan itu, sejumlah ASN memperagakan delapan seragam ASN yang digunakan selama bekerja. Bak model profesional, ASN yang merupakan pejabat dan karyawan Setda Purworejo ini dengan luwes menampilkan Pakaian Dinas Harian (PDH) ASN Purworejo.

Selain batik, produk lokal Purworejo berbasis teknologi juga diluncurkan. Namanya, Porjo. Sebuah sistem informasi daring yang berfungsi untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik di Kabupaten Purworejo.
Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi layanan publik Pemkab Purworejo, yakni layanan kependudukan, perizinan, kesehatan, SPPT PBB, pariwisata, latihan kerja, dan layanan informasi lainnya.

“Saya berharap dengan hadirnya aplikasi Porjo, masyarakat akan dimudahkan dalam mendapatkan pelayanan,” tutur Bupati Agus.

24 Proyek Pembangunan Selesai

Pada kesempatan yang sama, Bupati Purworejo, juga meresmikan 24 proyek pembangunan fisik dengan dana APBD Kabupaten Purworejo tahun 2019. Total nilai seluruh proyek pembangunan tahun 2019 sebesar Rp105,9 miliar.

Pembangunan fisik sarana prasarana, menurut bupati, menjadi kebutuhan yang sangat utama sebagai kekuatan dasar dalam peningkatan ekonomi masyarakat, juga sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Purworejo kepada masyarakat.

Ke-24 proyek pembangunan fisik tahun 2019 yakni, pembangunan Rumah Sakit Kelas C, Puskesmas Banyuurup, Puskesmas Bragolan, revitalisasi Gedung Wanita Ahmad Yani, Selter PKL Kutoarjo, revitalisasi Gedung Art Center, Youth Center Bumi Perkemahan Agro Putro, Tempat Parkir Goa Seplawan, Gebang Utama Jatimalang, Plaza Jatimalang, Rehab Gardu Pandang Jatimalang, Landscape Jatimalang, Pasar Khusus Beras.

Selanjutnya, revitalisasi Pasar Tegal Miring, revitalisasi Mundu Sari, pembangunan kios Pasar Kemiri, rehab jalan wisata budaya, Peningkatan Jalan Purwodadi – Bubutan, penggantian Jembatan Trirenggo, pembangunan Jembatan Sejiwan, peningkatan Jembatan Rejowinangun, Penggantian Jembatan Triwarno, pengadaan alat uji kendaraan bermotor dan perlengkapannya, serta pembangunan Purworejo Command Center Purworejo.

Loading...