Para Bupati di Papua Diduga Terlibat Pelanggaran Pemilu

    186
    BERBAGI
    Seorang nenek usai mencoblos di  sebuah TPS di Distrik Abepura, Kota Jayapura, 9 Aprll 2014. (Foto: Dok tabloidjubi.com)

    Jayapura, Teraslampung.com–Natalius Pigai, tim Pemantau Pemilu Komnas HAM, mengaku telah menemukan kecurangan dalam jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Provinsi Papua.

    Kecurangam dilakukan dengan modus menggelembungkan daftar pemilih tetap DPT itu, menurut Pigai, terlihat dari jumlah DPT yang bertambah secara drastis setelah Pemilu tahun 2009. Pada Pemilu 2009, jumlah DPT Papua ada 3.210.000 pemilih. Namun tahun 2014 ini mencapai 5.315.402 pemilih. Jumlah pemilih yang diduga penggelembungan ini lebih dari 2 juta pemilih.

    “Penggelembungan jumlah penduduk diduga dilakukan oleh bupati atau wali kota,” ujar Natalius Pigai (15/4).

    Menurut Pigai, kepentingan para pihak yang diduga menggelembungkan jumlah pemilih  tersebut, adalah untuk syarat pemekaran wilayah, peningkatan dana alokasi umum dari Kementerian Dalam Neger,  dan kepentingan kepala daerah dalam Pemilu dan Pemikada.

    Bentuk pelanggaran lain yang ditemukan oleh Komnas HAM dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu, di antaranya adalah hilangnya hak konstitusional pemilih, tidak difasilitasinya pemenuhan hak pemilih dari penyandang cacat, masyarakat terpencil, narapidana dan pasien rumah sakit.

    Media lokal di Papua, tabloidjubi.com, melansir KPU RI sejak tahun 2013 mencatat jumlah penduduk di Provinsi Papua dan Papua Barat adalah 5.315.403 jiwa. Papua memiliki penduduk 4.224.232 jiwa dengan populasi terpadat adalah Kota Jayapura (491.870 jiwa) dan terjarang adalah Kabupaten Dogiyai (15.324 jiwa). Sedangkan Papua Barat memiliki populasi 1.091.171 jiwa.

    Sedangkan pada Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk provinsi Papua 2.833.381 jiwa. Jumlah DPT dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua yang dikeluarkan oleh KPU Papua tahun 2012 adalah 2.705.775. Data ini menunjukkan dalam Pilgub lalu hanya 127.606 penduduk di Papua yang belum masuk kategori pemilih.

    BPS Papua awal tahun 2013 memperkirakan jumlah pemilih dalam Pilgub Papua sekitar 1.901.105 jiwa dari total 3.025.594 jiwa penduduk Papua. Sementara DPT KPU Papua mencatat ada 2.705.775 jiwa pemilih atau selisih 804.670 jiwa.

    Kepala BPS Papua, Didik Koesbianto saat itu mengatakan perbedaan yang sangat signifikan ini karena data DPT yang digunakan KPU berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil). Yang memiliki hak pilih adalah yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau data adminsitrasi kependudukan.

    Sumber: tabloidjubi.com

    Loading...