Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Para Kerabat Menunggu Jenazah Wahyu Alldila, Korban Lion Air Asal Pringsewu

Para Kerabat Menunggu Jenazah Wahyu Alldila, Korban Lion Air Asal Pringsewu

62
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU-Sejumlah kerabat dan warga Lingkungan 3 Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu menunggu kedatangan jenazah Wahyu Aldila (32) korban Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 November 2018.

Pantauan teraslampung.com di rumah duka,sekitar pukul 08.00 WIB tampak terlihat ratusan orang berkumpul di rumah orang tua almarhum, Yuni Hesti Setianingsih (52) yang berada sebelah utara Masjid Jami’ KH. Sobari di lingkungan setempat menunggu kedatangan jenazah Wahyu Aldila.

Selain itu juga, puluhan bunga papan ucapan duka cita dari alumni tempat korban menempuh pendidikan seperti SMPN 2 Pringsewu 2011 dan SMAN 3 Pringsewu 2004, L Pamas Kabupaten Pringsewu, Jasaraharja Persero Lampung dan lainnya tampak terpampang berjajar di pinggir jalan dan halaman arah masuk menuju ke rumah duka.

Bahkan di lokasi tersebut, tampak terlihat sejumlah Kepala satuan kerja (Kasatker) Pringsewu seperti Kepala BPBD Pringsewu, M. Kotim serta para personel TNI dan Polri.

“Informasi yang didapat, saat ini jenazah Wahyu sudah turun di Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan. Selanjutnya, akan langsung dibawa melalui jalur darat menuju ke rumah duka,”kata Kepala BPBD Pringsewu, M. Kotim kepada teraslampung.com saat ditemui di rumah duka, Rabu 7 November 2018.

Diketahui sebelumnya, sebanyak 27 jenazah penumpang pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 telah teridetifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) terhitung sejak Rabu (31/10/2018) hingga Minggu (5/11/2018) lalu. Adapun 27 jenazah yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 9 perempuan dan 18 laki-laki.

Kemudian pada Selasa (6/11/2018) sore, kembali berhasil diidentifikasi tim DVI RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur sebanyak 17 jenazah penumpang Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Adapun 17 jenazah yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 15 laki-laki dan 2 perempuan.

Berikut 17 penumpang Lion Air JT-610 yang berhasil diidentifikasi, Wahyu Alldilla, Laki-laki (32), melalui sidik jari; Ubaidillah Salabi, Laki-laki (55), melalui sidik jari; Imam Riyanto, Laki-laki (44), melalui sidik jari; Mawar Sariati, Perempuan (39), melalui sidik jari; Tesa Kausar, Laki-laki (37), melalui sidik jari; Cosa Rianda Sahab, Laki-laki (39), melalui DNA; Dony, Laki-laki (45), melalui DNA; Daniel Suharja Wijaya, Laki-laki (30), melalui DNA; Herjuna Darpito, Laki-laki (47), melalui DNA; Nurul Dyah Ayu Shitaresmi, perempuan (54), melalui DNA; Paul Ferdinand Ayorbaba, Laki-laki (43), melalui DNA; Rabagus Noerwito Desi Putra, Laki-laki (26), melalui DNA; Martono, Laki-laki (35), melalui DNA; Ariawan Komardy, Laki-laki (37), melalui DNA; dr. Ibnu Fajar Riyadi Hantoro, Sp. PD, Laki-laki (33), melalui DNA; Matthew Bongkal, Laki-laki (13), melalui DNA dan Mack Stanley, Laki-laki (31), melalui DNA.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) pukul 10.00 WIB.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak dengan Jakarta Control. Di dalam pesawat tersebut terdapat 189 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang.

Loading...