Beranda Hukum Kriminal Empat Pelajar Membunuh Hanya karena Tersinggung Saat Saling Tatap

Empat Pelajar Membunuh Hanya karena Tersinggung Saat Saling Tatap

852
BERBAGI
Tersangka Ricat (15) saat akan diperiksa di Polsekta Tanjungkarang Barat, Senin (22/12).

Zainal Asikin|Teraslampung.com  

BANDARLAMPUNG–Teraslampung.com –Polisi sudah menetapkan Ricat Maulana (15) dan Yean (17), dua pelajar warga Kampung Baru, Kedaton, Bandarlampung, sebagai tersangka Murya Dana (20) ,warga Jl Cipto Mangun Kusumo Gang Bujang, Kelurahan Sumur Batu, Telukbetung Utara, Bandarlampung. Mereka dibekuk di rumahnya, Senin dini hari (22/12).

Murya tewas dengan enam tusukan benda di dada. Mayatnya ditemukan seorang warga di Jalan Antana,  Gang Masjid, Enggal, Bandarlampung  (di depan Gelael), Jumat (19/12) malam. Lokasinya tak jauh dari tempat konser musik Band Superman is Dead (SID) dan Burger Kill yang dihelat dilapangan Saburai. Namun, belakangan diketaui baik Ricat, Yean, maupun Murya bukanlah penonton konser musik.

Hasil pemeriksaan  polisi terhadap tersangka Ricat dan Yen menyimpulkan bahwa pembunuhan itu berawal dari hal sangat sepela: saling memandang,  salah satu pihak tidak terima, lalu berujung pada pengoroyokan. Nahasnya, korban langsung tewas di lokasi kejadian. Sementara para tersangka, langsung pergi dari lokasi pengeroyokan. Mereka kembali ke rumahnya masing-masing , seolah  tidak khawatir akan dicari polisi dan  pernah terjadi apa-apa.

Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol I Ketut Suryana,  mengatakan para tersangka sebelumnya sempat minum-minuman keras jenis tuak di Lapangan Merah, Enggal.

Karena tidak terima dipandangi, lalu tersangka Yean dan RK (buron) mengajak kedua rekannya Ricat dan DY mengejar korban menggunakan sepeda motot hingga di Gang Masjid. Di tempat itulah, keempat tersangka menghabisi nyawa korban menggunakan badik hingga enam luka tusukan ditubuh korban.

“Tersangka tidak hanya menghabisi nyawa korban saja, motor Honda Beat milik korban pun dibawa kabur oleh tersangka,” jelasnya.

Dua pelajar yang  kini jadi tersangka itu akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 170 ayat 2 dan  3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 KUHP  KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Usai diperiksa polisi, kepada para wartawan tersangka Ricat yang masih  kelas II di sekolah MA di Labuhan Ratu, Bandarlampung, mengakui dirinya memang minum-minuman keras sebelum mengeroyok korban.

Menurut Ricat, saat korban mengendarai sepeda moto dan   melintasi didepan dirinya dan ketiga rekannya yang sedang nongkrong sambil minum tuak , terjadi saling adu pandang antara korban Riky.

Riky tersinggung lalu mengajak kami mengejar korban menggunakan sepeda motor hingga sampai di Gang Masjid. Di gang itulah terjadi perkelahian.

“Awalnya yang berantem duluan itu Riky sama korban. Melihat Riki berantem, lalu saya, Yean, dan Dely ikut mengroyok dan memukul korban. Korban lalu ditusuk pakai badik sama Riki dan Yean. Saya hanya ikut mukul korban. Setelah korban terkapar, saya dan ketiga teman saya langsung kabur menggunakan motor dan motor motor milik korban juga diambil lalu dibawa kabur,” tuturnya.

Baca Juga: Dua Pelajar Tersangka Pembunuhan Dihadiahi Timah Panas

Loading...