Para Pelaku Perkosa dan Bunuh Siswi SMK Muhammadiyah Kotabumi Saat Korban Pingsan

  • Bagikan
Tersangka Dedi Wijaya (28), Budiyono (24), dan Ari Purnomo (29) saat diperiksa di Polres Lampung Utara, Selasa (10/5).

Feaby Handana |Teraslampung.com

KOTABUMI– Dedi, salah seorang eksekutor pembunuhan terhadap Vina Lindia yang mayatnya dibuang di aliran Sungai Batanghari mengakui bahwa pemerkosaan yang berujung pembunuhan itu dilatarbelakangi niat rekannya, Ari untuk mengambil handphone dan uang korban.

BACA: Mayat Remaja Berseragam Pramuka Ditemukan Mengapung di Sungai Batanghari Lampung Utara

‎”Saya hanya diajak Ari‎ untuk mengambil HP dan uang korban,” tutur Dedi, di Polres Lampung Utara,  (10/5/2016).

Menurut Dedi, di tengah perjalanan, niatan mereka yang awalnya hanya ingin mengambil HP dan uang milik korban itu berubah jadi nekat untuk memerkosa dan membunuh korban. Perkosaan dan pembunuhan dilakukan setelah para tersangka melihat korban tergolek lemah tak berdaya di areal perkebunan karet.

Dedi mengaku, korban tergolek tak berdaya setelah para tersangka menghamtam kepalanya dengan kayu. Menurut Dedi, awalnya tersangka Ari menghantamm kepala bagian belakang korban dengan kayu. Kemudian disusul dengan pemukulan dada korban oleh Dedi. Saat itulah korban tidak sadarkan diri.

‎”Waktu, korban tak sadarkan diri, saya timbul hasrat untuk memperkosa korban. Dan niatannya itu diikuti kedua rekan saya. Saya yang pertama memperkosanya, lalu Budi dan terakhir Ari,” kata buruh angkut pasar ini.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, korban kembali dipukul di bagian dadanya menggunakan kayu oleh tersangka Dedi. Pukulan terakhir inilah yang diperkirakan membuat korban menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu menyadari korban meninggal dunia, ketiga pelaku dengan kejamnya membuang korban ke sungai yang tak jauh dari lokasi. Para pelaku lantas bergegas meninggalkan lokasi.

“Usai kami gituin (perkosa), korban saya pukul lagi hingga meninggal, lalu kami buang ke sungai,” terangnya.

Sesosok mayat perempuan ditemukan mengambang di aliran Sungai Batang Hari, di Dusun Ulak Durian, Desa Bandar Agung, Kotabumi Ilir, Kotabumi, Lampung Utara, Senin (9/5/2016) sekitar pukul10:10 WIB. Belakangan korban yang saat ditemukan masih mengenakan seragam sekolah pramuka tersebut bernama Vina Lindia (17) warga LK III, Kelurahan Sindang Sari, Kotabumi. Korban memang telah dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak tiga hari yang lalu.

Polres ‎Lampung Utara langsung bergerak cepat menyelidiki dugaan pembunuhan ini. Hanya dalam tempo waktu empat jam, mereka berhasil membekuk ketiga pelaku yang diduga menjadi pembunuh Vina. Ketiga pelaku itu yakni Dedi Wijaya (28) warga pasar pagi Kotabumi, Budiyono (24) dan Ari Purnomo (29), warga Kelurahan Sindang Sari, Kotabumi.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page