Beranda Hukum Kriminal Para Penganiaya Kakek di Pekon Rantau Tijang Pardasuka Diringkus Polisi

Para Penganiaya Kakek di Pekon Rantau Tijang Pardasuka Diringkus Polisi

56
BERBAGI
Empat tersangka penganiaya kakek Hamdan di Dusun Erih, Pekon Rantau Tijang, Pardasuka, diperiksa di Polsek Pardasuka (Foto: polrestanggamus.com)

TERASLAMPUNG.COM — Petugas Kepolisian Sektor  (Polsek) Pardasuka Polres Tanggamus akhirnya menangkap tiga remaja dan seorang pria dewasa pelaku penganiayaan Hamdan (73), seorang kakek tunawisma, di Dusun Erih, Pekon (Desa) Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu, 10 Agustus 2019 lalu. Keempatnya dicokok polisi pada Rabu, 1yang vidoenya sempat menghebohkan jagad maya dalam beberapa hari lalu.

BACA: Kakek Korban Bully di Pardasuka Pringsewu Ditemukan, Polisi Kejar Para Pemuda Pelaku Penyiksaan

Mereka adalah  AS (17), A (16), D (31) dan HS (19). Semuanya warga Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Pringsesewu.

Setelah ditangkap polisi, mereka kemudian dipertemukan dengan kakek Hamdan. Mereka pun satu per satu meminta maaf kepada Hamdan, disaksikan Camat Pardasuka, Kapolsek Pardasuka, Pj. Kepala Pekon/Desa Rantau Tijang serta keluarga kakek Hamdan.

“Sebenarnya ada enam pemuda yang berada di lokasi. Tetapi dua orang hanya menonton dan tidak melakukan persekusi kepada kakek Hamdan,” kata Kapolsek Pardasuka Polres Tanggamus AKP Martono, Kamis (15/8/2019).

Saat ditangkap, pelaku AS yang dalam video dan tersebar luas di medsos tampak viral, masih mengenakan jaket biru. Ia juga mengenakan jaket biru saat membully kakek Handam.

Menurut Kapolsek, tersangka A dan D ada di dalam video turut menertawakan aksi yang dilakukan AS. Sedangkan tersangka HS adalah orang merekam hingga viral di media sosial.

Menurutnya, saat ini keempat pelaku masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolsek Pardasuka. Penangkapan ini setelah keluarga korban merasa tak terima dan membuat laporan ke polisi.

“Keempatnya sudah menemui kakek Hamdan dan menyampaikan permohonan maaf. Kami juga ingatkan kepada warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” tandasnya.

Sebelumnya Netizen dibuat geram dengan beredarnya video pendek sejumlah remaja melakukan perundungan atau membully seorang kakek renta.

Setelah diselidiki, video itu ternyata diambil di wilayah Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Polisi dibantu Koramil bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan, hasil penelusuran, video tak pantas ditiru ini tersebar di media sosial (medsos) sejak 10 Agustus 2019. TKP-nya disekitar Pos Ronda Dusun Erih, saat para pelaku merayakan malam Idul Adha 1440 Hijriah.

Sebelum para pelaku ditangkap, Polsek Pardasuka mendalami keterangan sejumlah saksi, berdasarkan keterangan saksi-saksi, diduga perudungan terjadi ketika seorang pelaku berinisial AS mempermainkan kakek Hamdan dengan mengambil bajunya yang berada di gardu tempat kakek Hamdan tidur.

Merasa dipermainkan, membuat kakek Hamdan marah dan mengambil batu hendak dilemparkan kepada AS.

Melihat kakek Hamdan memegang batu, pelaku HS kemudian berusaha menarik sarung sang kakek dan mengambil batu dari tangan hingga batu terjatuh.

Lalu, saat batu ditangan kakek Hamdan terjatuh, kakek Hamdan mengambil batu lainnya, kemudian AS lari menjauhi kakek hamdan.

Lantas terkait, suara video yang mengatakan “lembar batunya”, menurut para saksi “perintah” tersebut ditujukan kepada kakek Hamdan agar melemparkan batu kepada AS.

Polres Tanggamus

Loading...