Para Tokoh Lampung Utara Imbau Pemkab Perbaiki Bentuk Ornamen Siger

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–‎Sejumlah tokoh masyarakat dan adat Lampung Utara mengimbau Pemkab segera memperbaiki bentuk onamen Siger yang terdapat di depan kantor dan sejumlah instansi di lingkungan‎ Pemkab. Pasalnya, bentuk ornamen yang ada itu tak sesuai dengan bentuk asli Siger sebenarnya sehingga akan merubah makna yang terkandung dalam Siger itu sendiri.

“Banyak bentuk ornamen Siger yang ada seperti di depan kantor instansi dan bahkan di Kantor Pemkab sendiri yang tak sesuai dengan bentuk aslinya. Mestinya, pemerintah harus segera memperbaiki bentuk ornamen Siger yang tak sesuai dengan bentuk aslinya ini,” papar‎ Ketua Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) wilayah Lampung Utara, Iwan Setiawan Aliasan Puncak, melalui sambungan telepon, Sabtu (27/2).

Ketidaksesuaian ini, menurut Iwan, dikarenakan bentuk lekukan ornamen Siger banyak yang menghadap ke luar dan bukan ke dalam atau menghadap ke bagian tengah. Padahal, menurutnya, bentuk Siger Lampung Abung dengan adat Pepadun yang memiliki sembilan lekukan, ke delapan lekukannya wajib menghadap ke bagian tengah. Lekukan yang menghadap ke tengah ini melambangkan kekompakan dan kesatuan dari kesembilan marga yang bersatu membentuk Abung Siwo Megou‎‎.

Kesembilan marga itu yakni Marga Nunyai, Nuban, marga Unyi, Marga Subing, Beliuk, Kunang, Selagai, Anak Tuha, Nyerupa.

“Makna lekukan yang menghadap ke tengah itu melambangkan kekompakan kesembilan marga yang bersatu membentuk Abung Siwo Megou‎‎. Jadi, kalau ada lekukan yang beda arah atau tidak menghadap ke atas maka tentu akan merubah makna filosofi dalam Siger itu sendiri,” urainya.

‎Ia mengatakan, sejatinya persoalan bentuk ornamen Siger yang tak sesuai dengan bentuk aslinya ini pernah ia kritisi sebelumnya. Sayangnya, hingga kini masih belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk segera memperbaiki bentuk ornamen Siger yang tak sesuai itu. Ia khawatir jika terus dibiarkan seperti itu maka akan merusak makna filosofi yang terkandung dalam Siger dan membingungkan para generasi muda tentang bentuk asli Siger.

“Siger (Lampung Abung adat Pepadun) yang benar itu seperti Siger di depan rumah dinas Bupati. Intinya, bentuk Siger yang tak sesuai itu harus segera disesuaikan supaya tak merusak makna dan membingungkan generasi muda,” tandas dia.

‎Di tempat berbeda, tokoh adat lainnya, A. Akuan Abung menegaskan bahwa sedianya seluruh lekukan baik yang di kanan maupun yang kiri wajib menghadap ke atas/ke dalam dan tak boleh menghadap ke luar. Karena, lekukan itu melambangkan kekompakan dan kesatuan dari kesembilan marga yang ada dalam Abung Siwo Megou.

Pantauan sementara, bentuk ornamen Siger yang tak sesuai aslinya terdapat di kantor Pemkab Lampung Utara, kantor Badan Satuan Polisi Pamong Praja, Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi.”Emang seperti itu. Dari nenek moyang atau leluhur, lekukannya harus menghadap ke atas. Lekukan ini menunjukan kekompakan dan kesatuan masyarakat Lampung dalam membangun Lampung,” paparnya.

  • Bagikan