Opini  

Pariwisata dan Penghuni Hotel Berbintang di Lampung

Bagikan/Suka/Tweet:

Lenna Nalurita
Fungsional Statistisi Ahli

Hotel berbintang merupakan salah satu hal penting bagi wisatawan asing maupun wisatawan lokal (domestik). Banyaknya hotel berbintang yang mulai bermunculan di Lampung membuat para wisatawan lebih mudah untuk menginap di salah satu hotel sesuai dengan apa yang diinginkan dan tak lupa juga sesuai dengan isi kantong/finansial. Saat ini bisnis pariwisata terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif atas stabilnya keamanan di Lampung.

Hal itu mendorong tumbuhnya industri perhotelan hingga ke daerah-daerah di Provinsi Lampung. Saat ini Lampung terutama mulai menjadi fokus Indonesia, sehingga kita bisa melihat beberapa kegiatan maupun pertemuan-pertemuan penting Indonesia diadakan di Lampung. Bisnis perhotelan adalah bisnis pelayanan, bisnis keramah-tamahan, dan kenyamanan sehingga kepercayaan menjadi poin utama bagi pelanggan atau wisatawan asing hingga domestik menggunakan pelayanan tersebut.

Hubungan Perhotelan dan Pariwisata

Secara umum kita mengetahui bahwa hubungan perhotelan dengan pariwisata saling berkaitan sangat erat. Perhotelan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu daerah dalam mengembangkan dan mempromosikan daerah wisatanya. Semakin banyak wisatawan yang mengunjungi tempat wisata di daerah tersebut maka semakin banyak wisatawan membutuhkan tempat untuk menginap. Semakin lama wisatawan asing maupun domestik menginap di hotel, maka kemungkinan untuk meningkatkan ekonomi di daerah tersebut semakin tinggi karena perputaran uang di daerah tersebut meningkat.

Pada dasarnya ada tiga indikator perhotelan yang menjadi tolok ukur keberhasilan suatu daerah dalam menarik wisatawan ke daerahnya. Ketiga indikator tersebut adalah jumlah wisatawan, lama tinggal wisatawan, dan tingkat hunian hotel.

Baru-baru ini BPS menggulirkan data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung pada November 2021 tercatat 58,26 persen, naik 4,93 poin dibandingkan TPK hotel pada Oktober 2021 yang tercatat sebesar 53.33 persen. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2020, TPK hotel berbintang mengalami penurunan 0,88 poin. Sedangkan untuk jumlah tamu selama November 2021 yang menginap di hotel berbintang mencapai 68.970 orang, terdiri dari 67 tamu asing dan 68.903 tamu domestik, kondisi ini mengalami penurunan sebanyak 940 orang (1,34 persen) dibandingkan Oktober 2021 yang tercatat 69.910 orang tetapi mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2020. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) pada hotel berbintang di Provinsi Lampung bulan November 2021 tercatat 1,35 hari, naik 0,07 hari dibanding RLMT hotel berbintang pada Oktober 2021 yang tercatat sebesar 1,28 hari.

Kebijakan Pariwisata

Berdasarkan data tersebut di atas dan didukung dengan survei lain yang dilakukan oleh BPS juga, yaitu Survei Covid-19 terhadap Pelaku Usaha, pelaku usaha yang bergerak di sektor perhotelan/akomodasi tidak terlalu terdampak adanya pemberlakukan PPKM akibat pandemi Covid-19. Perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan tetap beroperasional sebagaimana biasanya tidak pernah menutup jam operasional meskipun sektor perhotelan masih mengalami lonjakan naik-turun yang tidak menentu akibat pandemi.

Dengan demikian, sangat dibutuhkan uluran tangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membuat suatu terobosan-terobasan yang dapat mengundang wisatawan asing maupun dosmetik untuk dapat mengunjungi kembali destinasi wisata di Provinsi Lampung. Para wisatawan itu tentu akan  menginap di salah satu hotel yang terdapat di Provinsi Lampung. Kebijakan pemerintah yang mendukung program pariwisata perlu lebih disosialisasikan dan bantuan-bantuan yang berpihak kepada para pemilik hotel segera direalisasikan.

Sebenarnya sudah banyak upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hasilnya pun sudah tampak mulai membaik. Sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga mendapat dukungan dari pemerintah untuk bisa pulih. Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif disalurkan melalui berbagai program. Antara lain program Bangga Berwisata di Indonesia, Bangga Buatan Indonesia, dan Indonesia Care/I Do Care di sektor perhotelan dan pariwisata. Hanya saja, masih kurangnya sosialisasi melaui media massa baik online maupun offline sehingga para wisatawan kurang memahami destinasi wisata yang berada di Lampung yang akhirnya dapat meningkatkan pengunjung hotel berbintang di Lampung.

Selain itu, kebijakan pemerintah mewajibkan wisatawan asing yang sudah mendapat vaksin Covid-19 untuk melakukan berbagai tes kesehatan sebaiknya dikaji ulang karena kebijakan inilah yang membuat turunnya pengunjung hotel berbintang di Lampung.***