Beranda News Nasional Partai Gerindra Ajukan Praperadilan SP3 Kasus Viktor Laiskodat

Partai Gerindra Ajukan Praperadilan SP3 Kasus Viktor Laiskodat

265
BERBAGI
Politikus Partai Nasdem, Viktor Laiskodat

TERASLAMPUNG.COM — Ketua DPP Partai Gerindra yang juga pelapor Viktor Laiskodat ke polisi terkait dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA, Iwan Sumule, menegaskan Partai Gerindra akan mengajukan gugatan praperadilan terhadap surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus Viktor Laiskodat yang dikeluarkan oleh Bareskrim Polri.

Menurut Iwan, pernyataan Viktor Laiskodat saat mengunjungi NTT itu jelas memuat ujaran kebencian dan anti-Pancasila.

“Kami akan menempuh langkah-langkah hukum selanjutnya, yakni mengajukan praperadilan atas penghentian kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Victor dalam pidatonya Agustus lalu. Saat ini kami sedang menyiapkan materi untuk praperadilan,” kata Iwan di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Iwan menilai, penyidik Polri melakukan kesalahan menghentikan kasus Victor Laiskodat dengan alasan dilindungi hak imunitas.

“Penyidik harus terlebih dahulu mendengar pendapat dari para ahli sebelum memutuskan penghentian kasus,” katanta.

Menurut Iwan, mengacu pada pendapat ahli ketatanegaraan, Refly Harun, hak imunitas tidak berlaku dalam kasus pidana. Apalagi, dalam aturannya, kata Dia, polisi bisa menghentikan sebuah kasus pidana jika kurang bukti atau kasus itu dianggap bukan sebuah peristiwa pidana.

“Karena dalam menghentikan sebuah kasus pidana, mesti melalui gelar perkara dan mendengarkan pendapat/keterangan ahli,” katanya.

Iwan mengaku saat ini pihaknya sedang meminta SP2HP dan SP3 dari Bareskrim untuk mengetahui secara resmi alasan-alasan Bareskrim menghentikan kasus Viktor.

“Kami akan tetap dan terus berjuang untuk mendapat keadilan dengan melakukan langkah-langkah hukum terhadap Bareskrim Polri yang telah menghentikan kasus pidana ujaran kebencian yang dilakukan oleh Victor Layskodat dalam pidatonya agustus lalu,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak menyatakan penyidik Polri tidak bisa menindaklanjuti kasus dugaan ujaran kebencian politikus Partai Nasdem Viktor Laiskodat karena yang bersangkutan memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR.

Viktor Laiskodat dilaporkan atas pidatonya yang menyebut sejumlah partai politik mendukung pro-khilafah dan intoleran. Pelapornya adalah Partai Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS. Viktor dituduh melanggar Pasal 156 KUHP atau UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Loading...