Beranda Hukum Partai Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet ke Kepolisian

Partai Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet ke Kepolisian

265
BERBAGI
Ratna Sarumpaet dikawal saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna mengaku, bahwa wajah lebamnya yang tersebar, bukan merupakan akibat pemukulan seperti yang diberitakan. Wajah lebam tersebut didapatkan setelah ia melakukan perawatan sedot lemak di bagian pipi oleh seorang dokter ahli bedah plastik di Jakarta. TEMPO/Amston Probel
Ratna Sarumpaet dikawal saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna mengaku, bahwa wajah lebamnya yang tersebar, bukan merupakan akibat pemukulan seperti yang diberitakan. Wajah lebam tersebut didapatkan setelah ia melakukan perawatan sedot lemak di bagian pipi oleh seorang dokter ahli bedah plastik di Jakarta. TEMPO/Amston Probel

TERASLAMPUNG.COM — Tim advokasi Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta melaporkan Ratna Sarumpaet ke kepolisian. Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum DPD Gerindra DKI, Mohamad Taufiqurrahman, mengatakan pelaporan itu dilakukan lantaran mereka merasa dirugikan dengan ulah Ratna.

Taufiq mengatakan, mereka ingin membuktikan bahwa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tak terlibat dalam kebohongan Ratna ihwal pemukulan dan penganiayaan yang menimpa dirinya.

“Ini dalam rangka penegakkan hukum dan memastikan tidak ada keterlibatan Pak Prabowo dan Bang Sandi dalam kebohongan Ratna Sarumpaet,” kata Taufiqurrahman kepada Tempo, Senin, 8 Oktober 2018.

Laporan Taufiq dilayangkan pada Sabtu pekan lalu, 6 Oktober 2018, dan terdaftar dengan nomor LP/5381/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Taufiq mengatakan, ketika laporan mereka diproses ke tahap penyelidikan dan penyidikan, nantinya akan terungkap bahwa Prabowo dan Sandiaga tak terlibat merekayasa kebohongan Ratna.

Taufiq mengatakan, pelaporan itu juga didorong berkembangnya opini publik ihwal adanya konspirasi koalisi Prabowo di balik kebohongan Ratna Sarumpaet. Dia menganggap opini tersebut amat merugikan Prabowo.

Taufiq pun menegaskan kasus tersebut merupakan delik umum. Sehingga, kata dia, timnya berhak melapor meski sebelumnya calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan tak akan melaporkan Ratna.

“Saya pikir ada pertimbangan tersendiri kenapa Bang Sandi menyatakan begitu. Tapi kalau berbicara apa yang sudah dilakukan Ratna, korbannya di sini bukan cuma Prabowo – Sandi,” ujarnya.

Menurut Taufiq, kader Gerindra DKI juga merasa dirugikan atas ulah mantan juru kampanye nasional badan pemenangan Prabowo-Sandiaga itu. Lebih lanjut, Taufiq mengatakan pihaknya tak perlu meminta izin Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra untuk melayangkan laporan itu. Namun, dia mengklaim telah berkomunikasi dengan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik.

Tempo.co

Loading...