Partisipasi Pemilih dalam Pilkada di Lampung: Metro Tertinggi, Lamtim Terendah

Bagikan/Suka/Tweet:
Penjabat Walikota Metro Chrisna Putra dan istri usah menunjukkan tinta di jari, usai mencoblos di dekat rumah dinasnya, Rabu (9/12/2015).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Hasil hitung cepat Rakata Institute menunjukkan Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah di Lampung yang menggelar pilkada serentak dengan partisipasi terendah pada 9 Desember 2015. Kabupaten yang pernah dipimpin Satono (kini buron) ini tingkat partisipasinya warganya dalam pilkada kali ini hanya 60.89 persen.

Sebaliknya, Kota Metro,daerah tetangga Lamtim yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit, tingkat parsisipasinya mencapai 76.26 persen atau tertinggi di Lampung. Kabupaten yang partisipasi warganya dalam memiih lumayan bagus adalah Kabupaten Pesisir Barat (75,70 persen) dan Kabupaten Pesawaran (71,35 persen).

Direktur Eksekutif Rakata Institute DR Eko Kuswanto menjelaskan Lampung Timur sebagai tingkat partisipasi terendah,  kemungkinan disebabkan oleh pecahnya suara dan isu golput massa pendukung pasangan calon yang di diskualifikasi yakni Erwin Arifin-Prio Budi Utomo.

“Jadi menyebabkan suara terpecah antar massa pendukung,” ujar Eko, , di Hotel Horison Bandar Lampung, Rabu,( 9/12).

Di Kota Bandarlampung tingkat warga dalam pilkada kali tidak terlalu bagus, yakni hanya 64,73 persen. Padahal, KPU Kota Bandarlampung menargetkan setidaknya 70 hingga 80 persen.

Di beberapa daerah lain di Lampung yang hari ini menggelar pilkada, tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada kurang bagus. Di Lampug Tengah, misalnya, hanya 61,18 persen, Lampung Selatan 67,83 persen,  dan Waykanan 67,72 persen.

Berdasarkan data Teraslampung.com, selain tingkat parsipasi warganya dalam pilkada lumayan tinggi, Metro juga tercatat sebagai daerah tingkat di Lampung yang dinamika demokrasinya paling baik. Indikasinya: jumlah pasangan calon dalam pilkada 2015 terbanyak (lima pasangan calon) dan tidak terjadi gesekan massa yang berarti.

Terkait hasil pemungutan suara, Eko  mengatakan data akhir yang sudah dirilis oleh pihaknya bukanlah hasil akhir. Menurut dia, i semua keputusan dipegang oleh masing-masing KPU setempat.

“(Hasil kami) Ini bisa menjadi rujukan dan patokan, kami harap hasil ini bisa memberika gambaran bagi masyarakat di Provinsi Lampung. Tetapi untuk data yang pasti masih menunggu data resmi KPU kabupaten/kota,” jelasnya.


Mas Alina Arifin