Beranda Views Opini Pasal 1 “Kitab Adabul Insan”: Adab Hamba kepada Tuhannya*

Pasal 1 “Kitab Adabul Insan”: Adab Hamba kepada Tuhannya*

4484
BERBAGI
Sayyid Usman (bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al Alawi (Foto: dok jakarta.go.id)

Oleh: Sayid Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al Alawi

Bismillaahi Rahmaanir Rahiim

Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan sejahtera atas nabi Muhammad dan atas keluarganya dan sahabatnya. Wa ba’du.

Kemudian daripada itu, maka di zaman sekarang ini, banyak orang yang tiada pegang aturan orang-orang baik dan banyak yang tiada kenal adat kelakuan yang baik-baik. Maka dari itulah terbit segala kejahatan yang membinasakan diri dan membinasakan lain-lain dan menyusahkan hakim.

Adapun segala kejahatan itu maka sebabnya dari karena tiada dapat ajaran yang baik. Adapun ketidakadaan ajaran itu sebabnya dari karena kurang ongkos atau dari karena tiada sempat atau dari karena tiada ada tempat pelajaran.

Maka dari sebab itu, dikarang ini kitab yang ringan harganya dan kecil bukunya supaya ringkas ditaro di saku baju akan dibawa kemana-mana tempat kesenangan atau tempat pekerjaan buat dibaca di waktu berhenti kerja dibuat ganti dari omong yang tiada berguna dan juga ini kitab dengan bahasa melayu rendah supaya dipaham sembarang orang.

Maka diharap tiap-tiap orang yang mendapat ini kitab serta membaca padanya atau mendengar padanya, boleh ia masuk pada bilangan orang baik-baik adanya.

Bermula namanya ini kitab: Adabul Insan artinya kelakuan yang terpuji bagi manusia yaitu kelakuan orang baik yakni kelakuan di dalam …hal ihwalnya yang akan tersebut di pasal-pasal yang akan datang.

Adapun artinya baik yaitu baik hatinya dan baik perbuatannya dan baik perangainya. Adapun yang dikata manusia yang bijaksana yaitulah yang pandai mendapat segala kebajikan yang halal bagi dirinya dengan selamat beserta pandai pula akan menjauhkan segala kejahatan atas dirinya. Keduanya itu dengan aturan yang panut.

Adapun yang dikata segala kebajikan bagi diri yaitu empat perkara: Pertama, keuntungan harta. Kedua, kesenangan badan. Ketiga, kesenangan hati. Keempat, kebaikan nama pada orang baik-baik.

Adapun yang dikata halal yaitu yang tiada dosanya pada Allah dan pada manusia. Adapun yang dikata selamat yaitu yang tiada melanggar agama dan tiada melanggar adat negeri. Sebab, melanggar keduanya ini menarik kejahatan atas diri.

Adapun yang segala kejahatan atas diri yaitu lima perkara: pertama, segala kesakitan atas badan. Kedua, segala kesusahan atas hati. Ketiga, segala kerugian atas harta. Keempat, terpaksa atas salah suatu tiga perkara ini. Kelima, kebusukan nama

Maka, lima perkara kejahatan ini datangnya dari sebab melanggar percegahan agama atau melanggar pertegahan adat dari karena kurang pikiran yang baik sebab tiada dapat ajaran yang baik atau dari karena bercampur pada orang-orang yang jahat hingga ia menuruti kelakuan jahat. Maka dari karena itu, sangat ditegah bercampur pada orang-orang yang jahat adanya.

Adapun sebabnya kepandaian manusia yang sempurna buat mendapat segala kebajikan yang tersebut. Maka adalah itu sebabnya tiga perkara: pertama, dari sempurna akalnyayakni pikirannya yang baik. Kedua, dari ajaran guru -guru yang betul ajarannya dengan kitab-kitab yang ma’tamad .Ketiga, dari bercampur kepada orang baik-baik hingga ia dapat turut kelakuan baik. Maka dari itu digemarkan bercampur kepada mereka itu supaya boleh ia dapat segala kelakuan kawan yang baik adanya.

Bermula, di bawah inilah sebutan segala pasal-pasal menyatakan kelakuan yang baik.

Pasal yang pertama: Adab Hamba kepada Tuhannya

Bermula setelah si hamba mengenal pada Tuhan rabbul alamin dengan segala sifatNya yang wajib yang dari pada itu bahwasanya Allah taala amat mengetahui dan amat melihat dan amat mendengar dan bahwasanya Allah ta ala berjanji memberi surga kepada hambanya yang mengerjakan perintahnNya lagi menjauhkan laranganNya. Dan berjanji menyiksa dengan api neraka atas yang meninggalkan perintahNya atau melanggar laranganNya, maka tentulah si hamba yang berimanitu mengerjakan segala yang wajib atasnya seupama mengaji, sembahyang, puasa, dan menjauhkan segala maksiat dan tentulah ia turut perjalanan orang baik-baik yang ada sebutannya di dalam pasal ini.***

* Tulisan ini merupakan bagian dari Kitab Adabul Islam yang ditulis dalam bahasa Arab Melayu (arab gundul). Ada 27 pasal dalam kitab ini. Kami sajikan di sini berkat kerja keras Toto Dartoyo, seorang guru SMP di Karawang, Jawa Barat, yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Toto Dartoyo selaku penerjemah  menyamaikan permohonan maaf jika dalam penyalinan (penerjemahan) melakukan kesalahan salin terhadap sebuah kata yang tidak dimengerti artinya.

Baca Juga: Mengenal Sayid Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya Al Alawi

Loading...