Pasca-Napi Kabur, Kanwil Kemenkum HAM Lakukan Inspeksi di Rutan Kotabumi

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Lokasi awal kaburnya narapidana Rumah Tahanan Kotabumu, Suyatno, Jumat (12/12): Dari sinilah awal  Suyatno kabur. Ia dipercaya untuk menngecat dinding Rutan. Saat petugas lengah, Suyatno pun kabur. Foto: Teraslampung/com/Feaby.

Kotabumi–Sehari setelah kaburnya seorang napi dari Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi bernama Suyatno,  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung langsung melakukan inspeksi. Inspeksi dilakukan untuk menapatkan informasi rinci tentang kaburnya

Kepala Bidang Keamanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung, Suprapto, saat ditemui Teraslampung.com di Rutan Kotabumi, Sabtu (13/12), menuturkan pihaknya sengaja menyambangi Rutan Kotabumi guna melakukan penyelidikan dan pemeriksaan ihwal kaburnya Suyatno.

“Saya ke sini untuk mengetahui informasinya dengan benar dari pegawai Rutan (mengenai kaburnya Narapidana Suyatno),” jelas dia.

Berdasarkan keterangan sementara, kata Suprapto,  Suyatno sengaja  ‘dibon’ (dipinjam) untuk bekerja di luar gedung Rutan Kotabumi. Narapidana itu diminta untuk mengecat  Rutan Kotabumi. Pemuda itu diduga melarikan diri melewati pintu gerbang saat persiapan penyelesaian pekerjaan sekitar pukul 16.00 WIB. Baca: Seorang Napi Rutan Kotabumi Kabur

Di saat bersamaan, petugas jaga pembinaan yang bernama Hasanudin pergi ke toilet.‎ “Saat dia kabur memang ada dua rekannya yang sedang beres-beres alat, karena memang sudah waktunya selesai. Ketika itulah, Suyatno menggunakan kesempatan untuk kabur, dan rekannya pun tidak melihat pasti kapan kaburnya,” kata Suprapto.

Terkait indikasi keterlibatan bawahannya dalam kasus kaburnya Suyatno, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II A Kotabumi ini menyatakan pihaknya siap menjatuhkan sanksi jika indikasi itu ternyata terbukti.

“Tentu akan ada hukuman yang akan disesuaikan dengan tingkat kesalahannya,”katanya.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Kotabumi, Lampung Utara, Abdul Rachman Arifuddin, ‎membenarkan ihwal kaburnya  Suyatno dari Rutan. Namun, ia belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai kronologis kaburnya narapidana yang tersangkut kasus senjata api itu.

 “Saat ini, saya masih menanyakan dan mengumpulkan keterangan dari staf,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Minggu (13/12).

Kendati demikian, menurutnya, pihaknya tak tinggal diam. Bersama Polres Lampung Utara, kata Abdul Rachman, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap narapidana yang kabur pada Juma‎t (12/12) sore itu.

Berbagai tempat yang dicurigai sebagai tempat pelarian Suyatno pun telah disambangi termasuk kediaman orang tua Suyatno di daerah Terbanggi, Lampung Tengah.

Sebelum menyambangi kediaman orang tua Suyatno, pihaknya pun telah mendatangi rumah isteri Suyatno di daerah Candimas, Abung Selatan, Lampung Utara. Sayangnya, Narapidana yang dicari itu masih belum berhasil ditemukan.

Suyatno ditahan di Rutan Kotabumi  karena terlibat kasus senjata api.Akibat perbuatannya, Suyatno tdiganjar hukuman selama 2 tahun 10 bulan. Baru menjalanii hukuman 7 bulan, Suyatno kabur dengan memanfaatkan kelengahan penjaga rutan.

  • Bagikan