Beranda Hukum Pasca-Tewasnya Terduga Teroris Santoso, Polda Lampung Siaga

Pasca-Tewasnya Terduga Teroris Santoso, Polda Lampung Siaga

63
BERBAGI
Pria mirip ketua Kelompok Santoso, Santoso, yang selama ini dicari-cari aparat keamanan Indonesia terkait aksi terorisme tewas dalam baku tembak dengan Tim Satgas Tinombala di pegunungan wilayah Poso, Sulawesi Tengah, Senin petang (18/7). Foto: Twitter

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pascatewasnya orang diduga pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso, dalam operasi Tinombala oleh tim gabungan TNI/Polri di dusun Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso Senin (18/7/2016) lalu. Kepolisian Daerah Lampung, meningkatakan kewaspadaan.

“Kami hanya waspada saja, dugaan kemungkinan adanya serangan balasan dari jaringan terduga teroris tersebut,”kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi kepada teraslampung.com, Selasa (19/7/2016)

Menurut Zarialdi, Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan menginstruksikan agar seluruh jajaran kepolisian, meningkatkan kewaspadaaan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.

“Balas dendam dari jaringan itu, dimungkinkan menyasar ke jajaran aparat Polri maupun TNI. Jadi untuk semuanya diimbau, untuk tetap waspada,”ujarnya.

Dikatakannya, kemungkinannya memang kecil, sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya tetap menerapkan kewaspadaan tersebut terhadap seluruh anggota kepolisian Polda Lampung. Seperti halnya amanat Kapolri Jendral Tito Karnavian usai pelantika, bahwa kantor polisi atau pos-pos polisi lainnya, serta anggota berseragam yang
melakukan penjagaan dapat lebih mewaspadai.

“Untuk petugas patroli, agar tidak bertugas sendirian agar dapat mencegah kemungkinan adanya upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian,”ungkapnya.

Terkait kemungkinan adanya jaringan MIT Santoso di Lampung, Zarialdi menegaskan hingga saat ini tidak terdeteksi adanya jaringan yang tergabung dalam MIT tersebut.

Hal senada juga dikatakan Direktur Intelkam Polda Lampung, Kombes Pol Mochamad Rodjak Sulaeli yang mengatakan, bahwa tidak ada jaringan MIT Santoso terduga terroris di Lampung.

Menurutnya, mengenai adanya balas dendam, yang lebih waspada tentu aparat yang berada didekat dengan daerah kontak senjata menyebabkan terduga pimpinan MIT Santoso tewas tertembak.

“Untuk mencegah apabila terjadi upaya penyerangan tersebut, ya tetap dilakukan antisipasi,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, menangkap satu orang yang diduga teroris jaringan MIT Santoso di Jalan Selat Malaka V Kampung Teluk Jaya, Kelurahan Panjang Selatan Kecamatan Panjang, Bandarlampung, pada Selasa (2/2/2015) malam lalu sekitar pukul 17.00 WIB.

Terduga teroris yang digrebek Densus 88 Anti-teror tersebut adalah Edi Santoso, tersangka disiyalir masuk dalam jaringan kelompok Santoso dari Poso. Sebelum menangkap Edi, polisi sudah sejak dua bulan melakukan pengintaian gerak-geriknya tersangka di Lampung.