Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pascaberedarnya Kabar Proyek Habis Sebelum Lelang, Para Pejabat Dinas PU Lampura Menghilang

Pascaberedarnya Kabar Proyek Habis Sebelum Lelang, Para Pejabat Dinas PU Lampura Menghilang

125
BERBAGI
Ruangan Kepala dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum ‎Kabupaten Lampung Utara terlihat kosong ditinggal penghuninya., Jumt (29/4).Pemandangan seperti ini tidak biasa, Diduga ketidakhadiran pejabat Dinas PU Lampung Utara itu terkait santernya pemberaitaan tentang ratusan proyek di Lampura yang sudah habis sebelum lelanag.

Feaby/Teraslampung.com
<
Kotabumi–Para pejabat  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara kembali menghilang bak ditelan bumi ‎setelah merebaknya  kabar kurang diberdayakannya kontraktor lokal dalam pengerjaan proyek – proyek pembangunan tahun 2016.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10:45 WIB, pintu ruangan baik Kepala Dinas Syahbudin maupun Sekretaris Susilo Dwiko terlihat tertutup rapat dan sama sekal‎i tak terlihat aktivitas yang menunjukan keduanya berada di dalam ruangan. Di samping itu, ‎sejumlah aparat Kepolisian baik berseragam lengkap maupun preman terlihat berjaga – jaga di dalam maupun di luar kantor Dinas PU.

“Pak Kadis (Kepala Dinas,red) enggak ada dan begitu juga dengan  pak Sekretaris‎,” terang salah seorang pegawai Dinas PU.

Menurut sumber terpercaya yang menolak disebutkan namanya, Kepala Dinas PU, Syahbudin memang sudah lama tak masuk kerja sejak menggelar pertemuan dengan para kontraktor pada tanggal 14 April silam. Sedangkan Sekretaris Dinas PU, Susilo Dwiko masih rajin ngantor meski jarang masuk ke dalam ruangannya.

“Kalau pak Kadis ‎sejak tanggal 14 April kemarin memang sudah enggak pernah ngantor. Tapi, kalau pak Sekretaris rajin ngantor walau jarang masuk ruangannya,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah kontraktor asli Lampung Utara kembali meradang akibat berbagai proyek di Dinas PU santer dikabarkan telah habis dibagi – bagi meski proses tender/lelang sendiri belum dimulai.

‎”Kalau dipersentasekan jumlah kontraktor lokal yang dapat proyek tahun ini paling enggak sampai 10 persen saja. Kalau seperti ini, kami merasa tak diberdayakan,” tegas Oktobi, salah seorang kontraktor lokal saat ditemui di kantor Dinas PU.

Proyek – proyek yang dikabarkan telah didapat para kontraktor lokal itu pun, menurut Cak Tobi, sapaan akrabnya, ‎hanya proyek – proyek kecil yang dapat dikatakan tak sesuai untuk mereka. Hal ini, tegas Cak Tobi, belum pernah terjadi sebelumnya di Lampung Utara.

“Isunya, kebanyakan kontraktor asli sini hanya dikasih proyek – proyek penunjukan langsung atau PL. Jelas, nilainya sangat tak sesuai dan ini belum pernah terjadi,” sergah dia.

Di lain sisi, Ketua Tim Provisional Hand Over/PHO (Serah terima sementara pekerjaan,red) Dinas PU tahun 2015/2016, Alian Arsil membenarkan banyak kontraktor ‎lokal yang meradang akibat kabar sedikitnya kontraktor lokal yang bakal mendapat proyek. Padahal, mereka menginginkan Dinas PU memberikan memprioritaskan para kontraktor lokal ketimbang kontraktor dari luar daerah.

Loading...