Beranda Views Suara Publik Pascagempa Palu-Donggala, Surat Terbuka untuk Para Pemred dan Produser

Pascagempa Palu-Donggala, Surat Terbuka untuk Para Pemred dan Produser

126
BERBAGI

Pers dunia, khususnya di Indonesia, telah menyiarkan berita duka mendalam yang menimpa masyarakat Palu dan Donggala akibat gempa dan tsunami 29 September 2018.

Pers Indonesia sudah menjalankan salah satu dari fungsinya seperti ditetapkan dalam Pasal 28 F UUD-1945, Pasal 3 UU Pers, dan Pasal 4 UU Penyiaran.

Saya yakin masyarakat Indonesia berterima kasih kepada pers yang telah bekerja begitu keras untuk memenuhi hak asasi masyarakat memperoleh informasi. Semuanya melakukan Breaking News, Stop Press, dan sebagainya dengan footage dan soundbite masing-masing –termasuk tangis,iba dan raungan korban untuk menyampaikan berita sedih itu sejak 29 September 2018.

Sekarang, sudah hampir sepekan sejak peristiwa itu terjadi. Masyarakat Palu dan Donggala sudah mulai bangkit dari peristiwa yang merenggut lebih dari 1.000 jiwa, ribuan luka-luka, dan sekian banyak yang belum ditemukan,

Rasanya sudah tidak patut lagi media televisi –khususnya– menampilkan wajah dan suara raungan korban. Penampilan footage dan soundbite seperti itu hanya membangkitkan trauma korban dan mereka yang kehilangan keluarga dalam peristiwa naas itu.

Mungkin sekali ada baiknya kalau media pers — khususnya televisi dan radio– sejak sekarang mulai menampilkan keteguhan hati para korban dan keluarga mereka untuk bangkit dan keluar dari kesulitan mereka. Bantulah, bangkitkan semangat masyarakat Palu dan Donggala untuk menghadapi kenyataan hidup dan memulai hidup baru. Sekali lagi, janganlah pers terus-menerus membebani mental mereka dengan footage dan soundbite yang hanya menimbulkan trauatic effect di hati dan pikiran mereka.

Pers Indonesia sudah melakukan kewajibannya untuk menyampaikan informasi tentang gempa dan tsunami itu kepada masyarakat, Sekarang waktunya masyarakat pers menggunakan fungsinya untuk membangkitkan rasa percaya diri masgyarakat Palu dan Donggala bahwa mereka bisa menolong diri sendiri. Terima kasih.

Salam Kemerdekaan Pers.

Abdullah Alamudi, Pengajar pada Lembaga Pers Dr. Soetomo; Akademi Televisi Indonesia; Anggota Dewan Pers 2007-2010.

Loading...