Pascapenggerebekan di Desa Muarajaya, Wandi Sudah Dua Tahun Bisnis Narkoba

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Wandi, tersangka pengedar ganja yang ditangkap polisi saat penggrebekan di Desa Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Lampung Utara, Rabu (27/5) malam, mengaku telah dua tahun melakoni ‘bisnis’ haram tersebut.

“Uangnya (hasil jual ganja) saya gunakan untuk kebutuhan hidup keluarga,” kata Wandi, Kamis (28/5).

Bapak dua anak ini menceritakan bahwa 6 paket kecil ganja itu diperolehnya dari seseorang yang tak dikenal seharga Rp50 Ribu. Lalu, paket ganja senilai Rp50 ribu tersebut dipecahnya menjadi 10 paket kecil dan dijual Rp10 ribu/paket.

“Saya pecah menjadi sepuluh bungkus kecil senilai Rp10 ribu/paket,” tuturnya sembari menunduk malu.

Di lain sisi, Kasat Narkoba Polres Lampung Utara, AKP. Jhon Kenedy, mengatakan penangkapan tersangka yang sempat diwarnai insiden pengeroyokan oleh sekelompok masa ini berkat informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa tersangka kerap melakukan transaksi ganja di sekitar Muara Jaya. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyamaran dan penangkapan tersangka Wandi.

“Tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat 1 atau Pasal 111 ayat 1, dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a dari Undang -Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tegas Jhon.

Sebelumnya, sekelompok massa mengeroyok Satuan Narkoba Polres Lampura saat hendak menangkap tersangka Wandi, Rabu (27/5) malam. Aksi pengeroyokan yang diikuti dengan pelemparan batu ini berawal saat Satuan Narkoba Polres Lampura diteriaki begal oleh sejumlah orang yang diduga tak terima dengan aksi penangkapan tersebut. Teriakan ini langsung membuat sekelompok massa berhamburan dan mengeroyok para petugas. Melihat aksi beringas massa, para petugas berusaha menyelamatkan diri.

Sayangnya, salah satu petugas yang bernama Riswanto sempat ‘terjebak’ di rumah salah satu penduduk di Desa tersebut karena menyelamatkan diri dari aksi brutal massa. Beruntung tak lama kemudian, yang bersangkutan langsung ‘diselamatkan’ oleh Waka Polres, Kompol. Deden Heksa Putra dan anggota lainnya.

Sementara itu, kabar tentang ‘terjebaknya’ salah satu anggota Kepolisian di rumah warga langsung cepat menyebar di kalangan anggota. Alhasil, puluhan anggota pihak Kepolisian merasa terpanggil untuk menyelamatkan rekannya tersebut. Beruntung, Kapolres AKBP. Eko Widianto tiba tepat pada waktunya sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya aksi balasan dari bawahannya. Puluhan aparat yang berpakaian sipil ini dikumpulkan di depan pos Polisi Pasar Dekon, Kotabumi.

“Apa yang kita lakukan (penangkapan) malam ini, bukan untuk gagah – gagahan, tapi memang itu amanah kita. Kalau memang maunya (masyarakat) seperti itu, jangan ditanggapi dengan emosi,” tegas Eko dihadapan bawahannya.

Sebab menurut Eko, pihak Kepolisian mempunyai cara dan strategi tersendiri dalam memberantas kejahatan dan bukan melakukan tindakan atas dasar emosi. Meski tak jarang aksi pemberantasan kejahatan khususnya peredaran narkoba membuat gerah sejumlah masyarakat yang merasa terusik ‘bisnis haramnya’.

“Memang selama ini yang kita lakukan bikin masyarakat gerah. Padahal kita capek, bekerja siang – malam untuk membantu masyarakat Lampung Utara,” tandasnya.

  • Bagikan