Beranda Views Suara Publik Pasien BPJS Meninggal di Selasar, Dewan: Bila Perlu Copot Dirut RSUAM

Pasien BPJS Meninggal di Selasar, Dewan: Bila Perlu Copot Dirut RSUAM

1217
BERBAGI
Anggota DPRD Lampung dari Fraksi Nadem, Wahrul Fauzi Silalahi

TERASLAMPUNG.COM — Seorang pasien peserta BPJS Kesehatan kelas 3, Muhammad Rezky Mediansori (21), meninggal dunia di selasar Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung, Senin petang (10/2/2020). Tersebarnya video kemarahan dan tangisan kedua orang tua Rezky sesaat setelah Rezky meninggal tidak bisa menyembunyikan dugaan buruknya pelayanan terhadap pasien BPKJS di rumah sakit pelat merah milik Pemprov Lampung itu.

BACA: Penuturan Lengkap Ayah Pasien BPJS yang Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek

Publik pun marah dengan munculnya kasus ini. Sebab, peristiwa hampir serupa ini sudah beberapa kali terjadi.

Berikut tanggapan dua anggota DPRD Lampung terkait meninggalnya pasien BPJS di selasar RSU Abdoel Moeloel.

Yozi Rizal (Anggota DPRD Lampung Fraksi Demokrat):

Meninggalnya seorang pasien anak di RSAM benar-benar sebuah peristiwa yang memalukan dan menjengkelkan.

Menjengkelkan karena peristiwa semacam ini bukan kali pertama kejadian yang disinyalir akibat kelalaian pehak RSAM dalam memberi pelayanan kesehatan kepada massa rakyat. Padahal, konstitusi kita sudah memberi jaminan kepada setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan sebagaimana pasal 28(H) ayat (1).

Anggota DPRD Lampung dari Fraksi Demokrat, Yozi Rizal

Meninggal di selasar tanpa sempat mendapat pelayanan kesehatan yang memadai, ini sungguh luar biasa. Jelas telah menafikan UUD 45 pasal 34 ayat (3) yang berbunyi negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fisiliatas umum yang layak.

Pihak RSAM tidak boleh lepas tangan dengan menyalahkan pehak BPJS karena merekalah yang diserahi tanggungjawab utk melakukan pelayanan kesehatan.

Oleh karenanya saya akan mengajak kawan-kawan dari fraksi demokrat serta kawan-kawan dari fraksi lain, mengusulkan kepada pimpinan DPRD utk membentuk pansus atau panja guna melakukan hal-hal yang dianggap perlu kepada pehak-pehak yang bertanggungjawab di RSAM dan BPJS.

Kami akan coba sikapi secara lintas komisi agar dapat memperoleh gambaran secara lebih komprehensif dengan harapan persoalan serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Terlepas dari persoalan defisit yang melilitnya, saya kira sudah sepantasnya kita meminta kepada pemerintah pusat utk melakukan evaluasi terkait BPJS ini. Kita akan coba telaah kemanfaatannya bagi massa rakyat. karena terus terang saja, bagi saya peribadi BPJS ini tak lebih hanya sekedar moda bagi pemerintah utk menghimpun dana dari rakyatnya, jauh dari amanat konstitusi pasal 28(H) ayat (3) yang berbunyi setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

Secara pribadi saya siap utk bersama rakyat menagih kepada pemerintah agar secara nyata mengembangkan sistem jaminan sosial serta konkret dalam upaya memberdayakan massa rakyat sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Wahrul Fauzi Silalahi (Anggota DPRD Lampung Fraksi Nasdem):

Kasus seperti ini seharusnya tidak terjadi. Rumah sakit yang bermitra dengan BPJS harus memberikan pelayanan yang baik, sesuai dengan kelasnnya. Harus diingat, meskipun pasien itu kelas 3, tetapi mereka membayar iuran. Pasien harus diberikan haknya. Kesehatan merupakan hak dasar warga negara. Sebab itu, sudah seharusnya RSUAM memberikan pelayanan yang baik.

Berdasarkan penuturan orang tua pasien dan klarifikasi pihak RSUAM, publik bisa menilai sendiri siapa sebenarnya yang bisa dipercaya. Kejadian penelantaran pasian ini selalu berulang di RSUAM. Sebab itu, kasus ini tidak boleh dianggap sederhana, hanya selesai setelah ada klarifikasi dari pihak RSUAM. Pemprov Lampung harus benar-benar melakukan evaluasi terhadap RSUAM. Kami minta Gubernur mencopot Dirut RSUAM jika terbukti bersalah. Harus diingat, ini bukan kasus pertama terkait pelayanan yang buruk.

 

Loading...