Beranda News Pelayanan Publik Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek, Ini Alasan Keluarga Marah

Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek, Ini Alasan Keluarga Marah

1138
BERBAGI
Jenazah Muhammad Rezky Mediansori alias Kiki (21) dibawa ke permakaman di TPU Palas Pasemah, Selasa siang (11/2/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PALAS PASEMAH — Berita Teraslampung.com tentang video yang viral pasca-kematian Muhammad Rezky Mediansori alias Kiki (21) warga Dusun Pasar Senin Baru, Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan di selasar Abdoel Moeloek, dibantah oleh pihak RSUAM, Selasa siang (11/2/2020).

Dalam bantahannya, Direktur Pelayanan RSUAM, dr. Pad Dilangga, mengatakan bahwa Rezky sudah ditangani sesuai prosesur penanganan pasien BPJS. Pad pun membantah pasien ditelantarkan.

BACA: Pasien BPJS Meninggal Diduga karena Ditelantarkan, Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Direktur RSUAM

Pelayanan yang semestinya yang dialami pasien BPJS itu tidak hanya memicu kemarahan pihak keluarga. Publik pun melalui linimasa media sosial mengungkapkan kegeramannya. Apa lagi bukan kali ini saja kasus pelayanan yang tidak semestinya dilakukan RSUAM.

Terkait klarifikasi pihak manajemen RSUAM, pihak keluarga Rezky menyampaikan bantahan. Menurut keluarga Rezky, memang betul Rezky mendapatkan pelayanan yang tidak baik sejak ia tiba di RSUAM pada Minggu pagi sekitar pukuk 06.00 WIB.

Agus Saputra alias Ujang, salah seorang kerabat pasien Kiki saat ditemui teraslampung.com di lokasi pemakaman, membenarkan sepupunya meninggal di RSUAM Senin sore kemarin sekitar pukul 16.30 WIB lantaran tidak segera ditangani dengan tepat oleh pihak rumah sakit meski sudah jelas didiagnosa mengalami penyakit DBD.

Jenazah sepupunya tersebut, sampai di rumah duka di Desa Palas sekitar pukul 18.00 WIB (maghrib).

“Sepupu saya alamrhum Kiki ini, masuk di UGD RSUAM Minggu paginya sekitar pukul 06.00 WIB setelah dirujuk dari RSUD Bob Bazar Kalianda. Saat itu infus yang terpasang di tangan sepupu saya ini, masih bawaan dari Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. Jadi di RSUAM ini hanya diberikan oksegen saja, pelayan lainnya tidak ada,” kata dia.

Setelah seharian di UGD RSUAM, kata pria yang akrab disapa Ujang ini, Rezky dititipkan di ruangan syaraf.

Ujang mengaku heran, kenapa Rezky yang sudah didagnosis mengalami penyakit DBD tapi kok dititipkan sementara di ruangan syaraf.

BACA: Viral Video Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek

“Di ruangan itu, kondisi Rezky kritis. Ia kejang-kejang dan teriak kesakitan, sehingga menggangu pasien yang ada di ruangan syaraf. Lalu ia dipindahkan ke ruangan lain. Ternyata ruangannya itu seperti gudang. Saya tidak begitu paham apa ruangannya,”ungkapnya.

“Karena tidak mendapat pelayanan serta penanganan medis yang serius, akhirnya sepupunya tersebut meninggal dunia saat berada di selasar RSUAM. Jadi sepupu saya ini saat di RSUAM, dipindah-pindah terus dan anehnya dipindahnya ini tidak jelas ruangannya sampai akhirnya meninggal ketika berada di selasar. Saat itu, saya sempat emosi, karena dua orang petugas rumah sakit yang sempat membawa Kiki untuk dipindahkan ke ruangan mau langsung pergi begitu saja,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Ahyar,  juga kerabat Kiki, kepada teraslampung.com . Ahyar mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan RSUAM.

“Kami masih tidak terima apa yang telah dilakukan pihak RSUAM terhadap Kiki sepupu saya ini. Karena fakta benar adanya, yaitu tidak adanya pelayanan apalagi tindakan yang serius menangani pasien. Pelayanan rumah sakit pemerintah ini, benar-benar buruk dan tidak maksimal khusunya untuk keluarga miskin,”ungkap Ahyar dengan nada kesal.

Warga Desa Palas Pasemah juga tak bisa menyembunyikan kemasygulannya. Banyak warga Desa Palas Pasemah kecewa terhadap pelayanan RSUAM .

Loading...