Beranda News Anakidah Pasien Cantik Ini Lapor Polisi karena Dadanya Diremas Pegawai Rumah Sakit

Pasien Cantik Ini Lapor Polisi karena Dadanya Diremas Pegawai Rumah Sakit

334
BERBAGI
Korban menangis sambil meminta pelaku pengakui perbuaannya. (Ist/net)

TERASLAMPUNG.COM — Perempuan muda cantik pasien Rumah Sakit National Hospital Surabaya yang mengaku dilecehkan seorang perawat pria melaporkan kasus yang dialaminya ke Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Januari 2018.

“Korban melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya, didampingi  kuasa hukumnya ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu),” kata Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan,Kamis 25 Januari 2018.

Menurut Rudi,  korban sudah dimintai keterangan. Terduga pelaku juga sudah dikonfirmasi.

Sebelum perempuan muda berparas ayu yang baru melahirkan di RS National Hospital itu lapor ke polisi, jagad medsos diramaikan dengan tersebarnya video pengakuan pasien tersebut tentang pelecehan seksual yang dialaminya.

Sambil menangis, didampingi suami dan kerabatnya, perempuan muda itu menceritakan kelakuan bejat perawat pria terhadapnya. Pria perawat yang dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual itu terlihat menunduk dan gugup saat perempuan muda berkisah tentang peristiwa menyedihkan yang dialamiya,

Pasien itu mengaku, sesaat setelah dibius total pascaoperasi pria perawat itu meremas payudaranya dua kali.

Sembari menangis, perempuan tersebut  meminta pelaku mengakui perbuatan cabulnya tersebut.

“Kamu ngaku dulu apa yang kamu perbuat. Kamu ngaku dulu. Kamu ngaku dulu,” sahut korban sembari menangis.

“Iya, tapi tidak seperti itu, saya khilaf bu,” kata pelaku sembari tertunduk.

“Tapi kamu pegang payudara saya kan, kamu remas-remas 2 sampe 3 kali kan? … Ngaku kamu,” kata pasien.

Pria yang tampak gugup itu kemudian berusaha meraih tangan pasien perempuan tersebut untuk meminta maaf. Ia juga menyalami suami korban dan seorang kerebat korban, kemudian pergi meninggalkan ruangan.

Setelah video testimoni tersebut ke Instagram dan Facebook, dalam waktu singkat menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat warganet.

Sebagian besar warganet bersimpati dan meminta pelaku diberi tindakan tegas. Namun, ada juga beberapa warganet yang menyayangkan video testimoni itu tersebar ke khalayak umum karena dianggap tabu.