Pasien di RS Urip Sumoharjo Terancam Tak Salurkan Hak Pilihnya

Bagikan/Suka/Tweet:

BANDARLAMPUNG, Teraslampung – Pasien Rumah Sakit Urip Sumoharjo Kota Bandarlampung terancam tak bisa memberikan  hak suaranya. Hal  itu terlihat para pasien dan keluarga pasien yang tidak terlihat tanda tinda di salah satu jarinya.

Agung, salah satu pasien di RS Urip Sumoharjo, mengatakan sudah dua hari di rawat di RS tersebut namun belum ada pengumuman atau tanda-tanda akan adanya TPS keliling.

“Saya ingin tetap menyalurkan hak suara, makanya sebisa mungkin saya harus segera pulang, ” kata Agung.
Hal sama dirasakan Dewi petugas cleaning service RS Urip Sumoharjo, ia mengaku bertugas pada pukul 06.00 wib, namun karena harus memilih pihak rumah sakit memberi waktu untuk pulang sejenak untuk
memilih.

Sementara Riko keluarga pasien mengatakan tidak menyalurkan hak pilihnya karena berdomisili di Tulangbawang. “Saya tidak milih, karena rumah saya di Tulangbawang,” kata dia.

Terkait pengumuman bahwa keluarga pasien atau pasien bisa memilih di rumah sakit itu, ia mengaku tak mendengar ada pengumuman apapun tentang pemilihan.

Hal itu dibenarkan Ketua PPS 7 Gunung Sulah Syamsudin salah satu TPS terdekat RS Urip Sumoharjo saat ditemui mengaku pihaknya hanya memiliki sekitar 586 surat suara ditambah 2 persen surat suara cadangan.

“Saya sudah sampaikan kami tidak sanggup karena kita tidak tahu jumlah kebutuhan rumah sakit, mustinya itu ada panitia sendiri jangan digabung dengan surat suara warga kami sendiri. Itu sudah kami sampaikan sejak pileg kemarin,” kata dia.

Sedangkan KPUD Kota Bandarlampung mengaku sudah menempatkan petugas untuk memungut suara di sejumlah rumah sakit yang diperuntukkan untuk pasien sedangkan keluarga pasien dan perawat dapat menyalurkan hak pilihnya di TPS terdekat dengan menunjukkan surat undangan A-5. (Siti  Qodratin)