Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Patung Tugu Pengantin Kotabumi Dinilai Menghina Adat Lampung Utara

Patung Tugu Pengantin Kotabumi Dinilai Menghina Adat Lampung Utara

1502
BERBAGI
Anggota DPRD Lampung asal Lampung Utara, Nerozely Agung Putra (Foto: Ist/Facebook).

Feaby‎|Teraslampung.com

Kotabumi–‎ Anggota DPRD Provinsi Lampung, Nerozely Agung Putra, menilai buruknya kualitas pembangunan tugu pengantin di Jalan Pahlawan, Kotabumi, Lampung Utara dapat dikategorikan sebagai bentuk penghinaan kepada adat masyarakat Lampung Utara. ‎

Sejak pertama kali dikenalkan hingga kini, patung pengantin yang berdiri gagah di depan kantor Pemkab Lampung Utara itu menjadi bahan olok – olokan warga karena hasilnya tak sesuai dengan harapan warga. Olok-olok tersebut disebabkan banyaknya kekurangan tugu itu. Antara lain tidak adanya unsur keceriaan pada kedua patung, celana pengantin laki – laki yang menggantung atau cingkrang, dan salah satu mata pengantin wanitanya seperti juling.

“Kalau menurut saya, ini penghinaan (terhadap) adat masyarakat Lampung Utara. Bahaya ini kalau tidak segera diperbaiki,” tegas dia usai pengembalian berkas pendaftaran bakal calon Bupati di DPC PDIP Lampung Utara, Jum’at (2/6/2017).

‎Nero mengatakan, seharusnya lembaga yang terkait dengam pembangunan patung itu berkoordinasi dengan para tokoh adat jauh – jauh hari sebelum pembangunan tugu pengantin ini dimulai.

“Kan bisa koordinasi dengan para tokoh adat yang tergabung dalam MPAL (Majelis Penyimbang Adat Lampung),” terangnya.

Politisi asal Partai Demokrat itu menyarankan Pemkab Lampung Utara segera menyempurnakan segala kekurangan yang terdapat pada tugu pengantin tersebut. Dengan demikian, fungsi patung yang bertujuan untuk mempercantik wajah kota dapat tercapai dan tak lagi menjadi pergunjingan warga.‎
“Minimal patung itu digantilah biar enak dilihat,” lanjutnya. ‎‎

Sebelumnya, Wansori, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Utara juga mengkritisi buruknya kualitas pembangunan tugu pengantin di Jalan Pahlawan, Kotabumi, Lampung Utara yang kini menjadi bahan pergunjingan warga baik di media sosial maupun di dunia nyata.

“Sebagai putra daerah, saya merasa sangat malu‎ melihat bentuk patung yang baru selesai dibangun itu karena hasilnya jauh dari kata memuaskan,” tegas dia kepada Teraslampung.com‎.

Bahkan, menurut dia, pengerjaan pembangunan tugu pengantin itu terkesan asal jadi dan tak mengedepankan unsur keindahan dalam pembangunannya. Padahal, letak patung itu sendiri berdiri persis di depan pintu masuk kantor Pemkab Lampung Utara yang notabene berada di Jalan Protokol.

“Banyak warga yang protes dengan hasil pembangunan patung itu karena seolah asal jadi,” sindirnya.‎

Gelombang protes terkait kualitas tugu pengantin ini seakan‎ menjadi puncak dari persoalan tugu tersebut. Jauh sebelum dibangun, pembangunan tugu ini sempat ditolak warga sekitar lantaran tak sesuai dengan makna Jalan Pahlawan. Meski demikian, silang sengkarut antara warga dengan Pemkab akhirnya berakhir damai. Keduanya sepakat untuk terus melanjutkan pembangunan tugu dengan kompensasi akan membangun ornamen – ornamen atau gapura yang bernuansakan perjuangan di dekat patung tersebut.

Loading...