Beranda Virus Corona PDP Corona asal Lampung Utara Meninggal, Ini Riwayat Perjalanannya

PDP Corona asal Lampung Utara Meninggal, Ini Riwayat Perjalanannya

567
BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana

TERASLAMPUNG.COM — Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Lampung yang meninggal dunia bertambah dua orang. Dengan begitu, sampai Sabtu (25/4/2020) PDP yang meninggal di Lampung menjadi 11 orang. Jumlah ini lebih banyak dibanding jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal, yaitu 5 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana, mengatakan dua pasien PDP yang meninggal adalah warga Lampung Utara dan warga Bengkunat, Lampung Barat. Keduanya berjenis kelamin wanita.

“PDP pertama adalah seorang wanita, warga Lampung Utara. Pasien ini memiliki riwayat pernah melakukan rawat inap di Rumah Sakit Bayukarta Karawang, Jawa Barat pada 17 – 22 April 2020. Pasien ini keluar dari rumah sakit atas permintaan sendiri. Ia kemudian pulang ke Kotabumi, Lampung Utara,” kata Reihana, Sabtu petang (25/4/2020).

Pada 23 April 2020 ia masuk ke RS Handayani dengan keluhan ada kelumpuhan pada bagian bawah kakinya karena tumor. Pasien kemudian dirujuk ke RSU Abdul Moeloek (RSUAM). Sampai di RSUAM dalam kondisi koma.

“Pada 24 April pagi dilakukan rapid test. Hasilnya nonreaktif. Karena ia baru saja datang dari wilayah transmisi lokal penyebaran Covid-19, petugas kemudian melakukan swab. Hasil swabnya belum keluar. Pada Sabtu dini hari (25/4/2020) meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan dengan tata cara pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di Lampung Utara,” kata Reihana.

Pasien Dalam Pengawasan atau PDP adalah orang dalam pemantauan (ODP) itu sakit dengan gejala yang mengarah ke influenza sedang atau berat seperti batuk, flu, demam, dan gangguan pernapasan.

Menurut Kemenkes, PDP harus dirawat. Namun, Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit, Kemenkes dr. Achmad Yurianto, pasien dalam pengawasan (PDP) belum tentu layak diduga atau suspect terjangkit virus corona

Loading...