Beranda Hukum Kriminal Pedagang Somay Perampas Sepeda Motor dan Pembunuh Pelajar di Lamsel Ditangkap di...

Pedagang Somay Perampas Sepeda Motor dan Pembunuh Pelajar di Lamsel Ditangkap di OKU

785
BERBAGI
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo saat menunjukkan barang bukti serta kedua pelaku pembunuhan saat press rilis di Mapolsek Tanjung Bintang, Kamis (28/5/2020).
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo saat menunjukkan barang bukti serta kedua pelaku pembunuhan saat press rilis di Mapolsek Tanjung Bintang, Kamis (28/5/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Petugas Unit Reskrim Polsek Tanjung Bintang dan Satreskrim Polres Lampung Selatan mengungkap pelaku pembunuh Ahmad Defan (16), seorang pelajar warga Desa Talang Way Sulan, Kecamatan Way Sulan yang jasadnya ditemukan warga dengan kondisi sudah mulai membusuk di areal kebun singkong di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjung Bintang, pada Selasa (19/5/2020) lalu.

Kedua pelaku pembunuhan tersebut adalah berinisial RM (19) dan AF (17). Polisi menangkap kedua pelaku di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada Rabu (20/5/2020).

Kedua pelaku merupakan teman dekat korban, dan keseharian keduanya bekerja sebagai pedagang somay.

“Petugas berhasil mengamankan kedua tersangka pembunuhan tersebut di tempat orangtua salah satu tersangka berinsial AF di daerah OKU, Sumsel pada Rabu kemarin,”kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo saat press rilis di Mapolsek Tanjung Bintang didampingi Waka Polres Kompol Yuspita Ujang, Kasat Reskrim AKP Tri Maradona dan Kapolsek Tanjung Bintang AKP Talen Hapis, Kamis (28/5/2020).

Polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor, ponsel, pakaian korban dan barang bukti lainnya yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban.

“Tersangka dan barang bukti yang disita. Saat kedua tersangka ditahan di Mapolsek Tanjung Bintang guna proses penyidikan lebih lanjut,”ujarnya.

AKBP Eddie Purnomo mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut bermula ketika petugas mendapatkan laporan adanya penemuan sosok mayat laki-laki di areal kebun singkong di Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang dengan kondisi sudah mulai membusuk.

“Dari informasi tersebut, petugas mendatangi lokasi TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan dilakukan penyelidikan,”ucapnya.

Hasil penyelidikan, kata mantan Kapolres Mesuji ini, identitas korban diketahui bernama Ahmad Defan (16), seorang pelajar warga Desa Talang Way Sulan, Kecamatan Way Sulan.

“Petugas mendapat informasi, kedua tersangka kabur ke daerah OKU, Sumsel. Kemudian petugas melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kedua tersangka,”ungkapnya.

AKBP Eddie Purnomo menguatarakan, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengakui menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati karena sering memanggil tersangka RM dengan panggilan nama ayahnya. Alasan lainnya, karena tidak memiliki ongkos pulang ke Palembang untuk kembali lagi bekerja sebagai pedagang Somay.

“Melihat korban memiliki sepeda motor, munculah niat jahat kedua tersangka. Sebelum menghabisi nyawa korban, kedua tersangka terlebih dulu janjian dengan korban untuk jalan-jalan sore sembari menunggu berbuka puasa Ramadan,”bebernya.

Selanjutnya, kata AKBP Eddie Purnomo, korban menjemput kedua tersangka menggunakan sepeda motor Honda Beat miliknya.

Mereka kemudian pergi bersama berboncengan tiga untuk jalan-jalan sore. Pada saat perjalanan pulang, ketiganya berhenti di pinggir jalan, tepatnya di sekitar areal kebunan singkong di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjung Bintang.

“Di lokasi tersebut, tersangka RM dan AF langsung membunuh korban. Saat menghabisi nyawa korban, AF berperan memegangi korban dan tersangka RM memukuli korban hingga korban jatuh tersungkur,”terangnya.

Tersangka RM membenamkan kepala korban ke kubangan air di kebun singkong tersebut. Setelah korban dipastikan meninggal dunia, kedua tersangka membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban.

Beberapa hari kemudian, jasad korban yang kondisinya sudah mulai membusuk ditemukan warga setempat dan warga langsung melaporkannya ke Mapolsek Tanjung Bintang.

“Pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka ini sudah direncanakan, atas perbuatannya keduanya dijerat Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup dan minimal 15 tahun penjara,”pungkasnya.

Loading...