Pegawai Bank BPR Sewu Artha Jadi Korban Penjambretan

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Diana, pegawai Bank BPR Sewu Artha, Diana jadi korban penjambretan di depan MAN 2 Bandarlampung di Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Selatan, Jumat malam (15/9/2017) lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Akibat dari kejadian tersebut, satu buah tas yang berisi telephon genggam, dompet, uang tunai serta beberapa surat-surat penting lainnya raib digondol oleh pelaku.

Berdasarkan informasi yang didapat, kejadian pejambretan itu, bermula ketika korban warga Kotabumi, Lampung Utara tersebut, dalam perjalanan pulang dari kantornya di daerah Panjang, menuju ke ke rumah kontrakannya kearah Tanjungkarang dengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan sekolah MAN 2, tiba-tiba dari arah belakang dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor berboncengan, merampas tas korban hingga korban nyaris terjatuh dari sepeda motornya.

Selanjutnya, korban dibantu warga sekitar melaporkan aksi penjambretan tersebut ke Mapolsekta Telukbetung Selatan.

Kapolsekta Telukbetung Selatan, Kompol Listiyono Dwi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan peristiwa penjambretan yang menimpa korban bernama Diana, salah seorang karyawan bank BPR Sewu Artha Panjang.

“Ya benar, malam itu juga korban langsung melaporkan peristiwa penjambretan itu ke Mapolsekta. Saat ini, kasusnya masih dilakukan penyelidikan,”ujarnya kepada teraslampung.com, Minggu (17/9/2017).

Dikatakannya, peristiwa penjambretan itu, terjadi saat korban akan pulang ke kontrakannya dari tempat kerjanya di BPR Sewu Artha di daerah Panjang. Namun ntuk kronologi pastinya seperti apa, mantan Kapolsek Natar ini mengaku tidak begitu paham.

“Kami menduga, pelaku penjambretan ini telah mengetahui dan mempelajari situasi dan tempat saat melakukan aksinya,”ungkapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, kata Lisiyono, pihaknya akan melakukan patroli rutin dan strongpoin di titik-titik rawan kejahatan jalanan. Hal tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi adanya aksi kejahatan jalanan di wilayah hukum Polsekta Telukbetung Selatan.

“Lokasi terjadinya penjambretan itu, memang agak gelap karena kurangnya penerangan lampu jalan. Karena kalau kondisinya gelap, pastinya akan susah untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri pelakunya,”jelasnya.