Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pegawai Dinas PUPR Lampura Kembali Tegaskan Menolak Syahbudin

Pegawai Dinas PUPR Lampura Kembali Tegaskan Menolak Syahbudin

335
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara (PUPR Lampura) kembali menegaskan Syahbudin tidak lagi layak untuk memimpin Dinas PUPR. Alasannya, Syahbudin berpotensi kembali membuat Dinas PUPR terjebak dalam persoalan seperti tahun 2017 silam.

“Selaku perwakilan 629 pegawai/honorer Dinas PUPR, kami dengan tegas tidak lagi menginginkan Syahbudin sebagai pimpinan kami,” tegas Alian Arsil, salah satu pegawai PUPR Lampung Utara, di kantor Dinas PUPR Lampung Utara, Selasa (17/4/2018).

Pernyataan ini terpaksa kembali disampaikannya karena pelbagai isu yang terus terdengar hingga kini membuat para pegawai Dinas PUPR tidak nyaman dalam menjalankan pekerjaannya masing – masing. Isu ini sengaja dihembuskan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab guna merusak konsentrasi para pegawai Dinas PUPR.

“Apapun ala‎sannya, kami semua sudah tidak mau lagi dipimpin oleh beliau,” tandasnya.

Adapun alasan yang melatarbelakangi ‎penolakan mereka dikarenakan yang bersangkutan sangat tidak disiplin khususnya mengenai tingkat kehadiran. Dalam tiga tahun terakhir, yang bersangkutan hanya tercatat masuk kantor sekitar 30 hari.

“Terkait persoalan tingkat kehadiran ini ‎sudah kami laporkan kepada pihak terkait mulai dari Inspektorat kabupaten, Inspektorat provinsi hingga Kementerian Dalam Negeri,” paparnya.

BACA: Honor Belum Dibayar, Belasan Pegawai Dinas PUPR Lampura Ngluruk ke Kantor Pemkab

Di samping itu, Syahbudin juga dianggap menjadi pemicu utama macetnya pembayaran ‎hak para kontraktor yang hingga kini belum dibayarkan seluruhnya oleh Pemkab Lampura. Syahbudin dinilai terlalu berani mengalokasikan anggaran proyek pembangunan di luar yang telah disahkan oleh pihak DPRD.

“Pihak terkait wajib memberikan sanksi tegas kepada Syahbudin karena 45 hari enggak masuk kerja saja harus dipecat sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010,” tegas Alian.

Sebelumnya, ‎pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara (PUPR Lampura) mengancam akan mengusir paksa Syahbudin jika kembali masuk kerja sebagai Kepala Dinas PUPR.

Ancaman ini disampaikan saat sekitar dua puluhan pegawai Dinas PUPR menggelar aksi penolakan kehadiran kembali Syahbudin sebagai Kepala Dinas PUPR pada Rabu (4/4/2018) sekitar pukul ‎09.00 WIB.

“Kalau masih maksa masuk kerja di sini, kami akan usir paksa. Saya yang akan menyeretnya ke luar,” ancam Alian Arsin‎.

Loading...