Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pegawai Penyegel Kantor Dinas PUPR Lampura Diancam akan Dipolisikan

Pegawai Penyegel Kantor Dinas PUPR Lampura Diancam akan Dipolisikan

720
BERBAGI
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Syahbudin bersama pihak kepolisian membuka kembali kantornya yang sempat disegel para pegawai honorer.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Utara, Syahbudin, mengancam akan melaporkan para pegawai honorer yang menyegel Kantor Dinas PUPR Lampura pada Senin pagi (11/12/2017).

“‎Saya akan pelajari dulu tujuan aksi ini. Akan saya laporkan ke penegak hukum jika melanggar (hukum. Motivasinya apa, saya belum tahu‎,” tegas Syahbudin usai membuka kembali kantornya yang sempat disegel oleh bawahannya sendiri, Senin (11/12/2017).

Secara tidak langsung, Syahbudin menyayangkan aksi ini karena apa yang dilakukan ini sangat tidak tepat. Sebab, persoalan keterlambatan pencairan honor kegiatan dan gaji para honorer bukan lagi tanggung jawab instansinya karena pengajuan pencairan telah lama disampaikan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) pada bulan Mei 2017 lalu.

“Kalau soal honor jangan tanya saya, tanyakan ke BPKA, sudah diajukan semua, silakan tanyakan saja ke situ (BPKA,red),”jelasnya.

Sejumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara (PUPR Lampura) menyegel kantor mereka sendiri, Senin (11/12/2017) sekitar pukul 08.45 WIB. Penyegelan ini merupakan puncak kekecewaan mereka terhadap macetnya pembayaran honor kegiatan selama tujuh bulan terakhir.

Pantauan di lokasi, penyegelan dilakukan di pintu utama dan pintu belakang kantor menggunakan rantai besi dan gembok. Alhasil, aktivitas kantor sempat lumpuh sebelum akhirnya kembali dibuka oleh Kepala Dinas PUPR, Syahbudin.

“Penutupan kantor ini puncak dari kekecewaan karena sudah tujuh bulan ini, para tenaga honor belum menerima gajinya dan begitu pun dengan tunjangan beban kerja,” tutur Alian Arsil, salah seorang pegawai Dinas PUPR saat ditemui di lokasi.

Menurut Alian, aksi yang terjadi ini dilakukan secara spontan tanpa terencana sama sekali. Sepanjang hak – hak itu belum terpenuhi, ia memperkirakan para pegawai yang terlibat dalam setiap kegiatan malas untuk masuk kerja. Sebab, mereka merasa kerja keras mereka kurang dihargai karena hingga kini hak – hak mereka masih tak kunjung diberikan.

“Para pegawai di Dinas PU telah melaksanakan semua tugasnya, namun hak atas honor kegiatan masih juga tidak terbayarkan,” jelasnya.

Loading...