Beranda News Anakidah Pekerjakanlah Daku, Rumahmu Kubobol…

Pekerjakanlah Daku, Rumahmu Kubobol…

687
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Cerita anak buah yang kurang ajar terhadap bosnya, tak kurang jumlahnya. Salah satunya adalah kisah yang melibatkan Indika Wahyuda (25), warga Merak Batin, Natar, Lampung Selatan dan Paris Ginarta (19), warga Jalan Yos Sudarso Gang Masjid, Kelurahan Pidada, Panjang Selatan.

Bukannya setia kepada si bos yang sudah memberinya gaji dan rumah tumpangan, kediua pria tak mau diuntung itu justru menggasak harta bosnya. Akibatnya,  Wendy Arya Pratama (29) warga Perumahan Villa Citra Blok RB 12 A Jagabaya 3, Way Halim, Bandarlampung merugi hingga seratusan juta rupiah.

“Kedua tersangka yang ditangkap merupakan anak buah pemilik rumah (korban pencurian) dan pemilik sebuah toko,”ujar Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono, Minggu (13/8/2017).

Menurut Harto Agung  kasus pencurian di rumah milik Wendy, terjadi pada Selasa (18/7/2017) lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas menangkap kedua tersangka, empat hari setelah kejadian aksi pencurian, Jumat (21/7/2017) lalu.

“Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita satu unit sepeda motor Kawasaki RR, motor Yamaha RX king serta dua unit ponsel merk IPhone dan Samsung,”ungkapnya.

Sepeda motor itu tidak lain adalah kendaraan gres yang dibeli kedua tersangka dari hasil mencuri yang korban.

Berdasarkan keterangan korban, kata Harto Agung, korban memperkerjakan Indika dan Paris untuk membantu usahanya di toko. Kedua tersangka tinggal di rumah korban. Ternyata selama tinggal di rumah bosnya itu, Indika dan Paris memiliki niat jahat dengan mengamati tempat menyimpan uang di rumah bosnya tersebut.

“Begitu mengetahui tempatnya, kedua tersangka melancarkan aksinya tengah malam pada saat bosnya sedang terlelap di dalam kamarnya,”paparnya.

Selanjutnya, kata Harto, mereka masuk ke kamar korban secara diam-diam, lalu keduanya mengambil uang yang disimpan korban di sebuah tempat penyimpanan uang (brankas).

“Tersangka Indika dan Paris, tidak hanya sekali mencuri uang di rumah bosnya (korban). Selama bulan Juli 2017, mereka mengakui sudah tiga kali mencuri dengan jumlah kerugian senilai Rp 100 juta,”terangnya.

Korban baru menyadari telah menjadi korban pencurian, karena uang yang didapat dari hasil usahanya di toko dan disimpannya di dalam brankas, selalu hilang dan jumlah uangnya berkurang. Kemudian korban melaporkan kasus pencurian itu ke polisi, atas laporan tersebut dilakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan, petugas mencurigai pencurian yang terjadi di rumah korban dilakukan oleh anak buahya. Kaeran dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, tidak ada kerusakan sedikitpun di rumah korban. Untuk mengelabui agar aksinya tidak diketahui, Indika dan Paris tidak kabur. Keduanya, tetap bekerja di toko milik bosnya tersebut.

“Kecurigaan petugas mengarah ke Indika dan Paris dan ternyata benar, setelah diintrogasi keduanya mengakui melakukan pencurian di rumah bosnya tersebut,”jelas mantan Kapolsekta Tanjungkarang Barat ini.

Uang Rp 100 juta dari hasil pencurian tersebut sudah habis digunakan kedua tersangka untuk membeli sepeda motor Kawasaki RR, Yamaha RX King, dua unit ponsel merk Iphone dan Samsung. Selain itu juga, dipakai tersangka Paris untuk menebus motornya yang telah digadaikan

“Selain untuk membeli barang-barang, uang dari hasil curian itu digunakan kedua tersangka untuk berpoya-poya,”pungkasnya.