Beranda Hukum Kriminal Pelajar Dibunuh dengan 107 Tusukan, Tersangka KRF: “Elo yang Namanya...

Pelajar Dibunuh dengan 107 Tusukan, Tersangka KRF: “Elo yang Namanya Dwiki kan?!”

716
BERBAGI
Rekonstruksi pembunuhan sadistis yang dilakukan tersangka KRF, seorang pelajar, bersama empat kawannya, di samping Lapangan Saburai, Bandarlampung, Senin (14/3). Pembunuhan ini termasuk sangat sadis karena korban Dwiki Dwi Sopian (17), siswa SMKN 2 Bandarlampung dibunuh dengan 107 tusukan. Posisi tusukan bolak-balik, ada di bagian depan dan belakang tubuh korban.

TERASLAMPUNG.COM | BANDARLAMPUNG — Aparat kepolisian Polresta Bandarlampung, menggelar rekonstruksi pembunuhan Dwiki Dwi Sopian (17) pelajar SMKN 2 Bandarlampung di lapangan Saburai di Jalan Majapahit, Kelurahan Enggal, Bandarlampung, Senin (14/3/2016) siang.

Ada 13 adegan diperagakan saat gelar rekonstruksi di lokasi pertama, di samping Lapangan Saburai. Di tempat tersebut, pada saat malam kejadian (Minggu, 6 Maret 2016) tersangka KRF menjemput korban Dwiki sebelum di eksekusi dengan 107 tusukan.

Pada saat adegan terlihat, awalnya saksi Fadil alias Dado bersama tersangka RH datang ke Saburai untuk menambal ban motor yang kempis. Fadil lalu membuat status melalui Blackberry Messenger (BBM), sedang pecah ban sepeda motornya. Status BBM Fadil itu, dilihat oleh korban Dwiki.

Adegan Kekejaman Pelanjar SMA Membunuh Siswa SMKN 2 Bandarlampung dengan 107 Tusukan

Tidak lama kemudian, Dwiki datang menghampiri Fadil ke Lapangan Saburai. Kedatangan Dwiki, berniat untuk membantu Fadil ban karena sepeda motornya pecah. RH meminjam sepeda motor Dwiki untuk pergi membeli pulsa handphone, setelah beli pulsa RH datang kembali menemui Dwiki dan Fadil.

Lalu RH mengirimkan pesan singkat kepada KRF, isi pesan itu memberitahukan ke KRF bahwa Dwiki ada di Lapangan Saburai.

SIMAK: Ini Cara Tersangka KRF dan Komplotannya Menghabisi Nyawa Dwiki

Mendapat pesan dari RH itu, KRF membalasnya “Ya. KRF pun pada Minggu malam itu (6/3) datang ke Lapangan Saburai mengendarai mobil Kijang warna biru BE 2858 A miliknya. KRF datang ke Saburai, tidak sendiri yakni bersama dua temannya DN dan OR.

KRF turun dari mobilnya, dan mendekati Dwiki. “Elo yang namanya Dwiki kan?”ujar KRF.

Dwiki pun menjawab “Ya bang, saya Dwiki…”

KRF lalu membawa Dwiki masuk ke dalam mobilnya.

Selanjutnya, KRF membawa Dwiki bersama DN dan OR kerumah pamannya di samping Karaoke Star Rock di Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Kedaton, Bandarlampung

BACA JUGA: Pembunuhan Sadistis: Seminggu Buron, DN Tidur di Mushala SPBU Natar dan Metro

Di tempat tersebut KRF bersama OR dan DN, merencanakan pembunuhan lalu mengeksekusi Dwiki dengan 107 tusukan.



Ikuti Update Berita: Pembunuhan Sadistis