Beranda Ruwa Jurai Pelajar Waykanan Antusias Ikuti Riungan Kebangsaan Gusdurian

Pelajar Waykanan Antusias Ikuti Riungan Kebangsaan Gusdurian

128
BERBAGI
Fitriyani

Waykanan,, Teraslampung.com —  Sejumlah pelajar di Way Kanan Lampung mengaku senang diundang pada kegiatan “Riungan (kumpulan) Kebangsaan” mengambil tema “Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan”  di aula Dekranasda, Blambangan Umpu, Waykanan,Senin (27/7).

Pelajar SMKN1 Blambangan Umpu, Fitriyani, mengaku toleransi beragama yang ia kenal saat ini buruk. Ledek meledek antarpenganut agama atau keyakinan acapkali terjadi di sekolahnya.
   
Menurut dia, toleransi beragama antarpelajar sepengetahuan saya masih kurang, yang muslim suka mengejek cara beribadah non muslim, dan sebaliknya, non muslim suka mengejek yang muslim.
   
Fitriyani mengaku senang bisa diundang menghadiri kegiatan yang merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut.
   
“Setelah menghadiri acara ini, kami sadar jika selama ini kurang menghargai perbedaan antar agama. Kami sangat senang bisa hadir di acara ini, karena akhirnya bisa mengerti pandangan mengenai keberagaman, Pancasila dan Indonesia dari para pembicara dari lintas agama,” ujarnya pada kegiatan berisi diskusi kebangsaan bertema “Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?”, di Aula Dekranasda Way Kanan, Senin (27/7/2015).

Diskusi kebangsaan menghadirkan pembicara I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan,  Ketua PC Lakpesdam Supri Iswan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.
   
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan Farida Aryani, Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, Sekretaris PD Muhammadiyah M Thohir, Ketua Pergunu Ali Tahan Uji, alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 dan Kasatkorcab Banser Alex Almukmin beserta jajaran, OSIS dari SMKN1 Blambangan Umpu dan SMAN2 Blambangan Umpu, alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Baradatu, sejumlah anggota Darma Wanita Persatuan Way Kanan.
   
“Pancasila mulai terkikis. Di era 1900, kami masih bisa bersilaturahmi jika ada penganut agama lain merayakan hari besar dan mencicipi kuliner yang tidak bertententangan dengan akidah masing-masing. Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi kita,” ujar I Gede Klipz Darmaja.
   
Riungan Kebangsaan digagas Gatot Arifianto, penggiat Gusdurian Lampung yang juga Ketua PC Way  Kanan, bertujuan mempererat tali silaturahmi anak bangsa dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, membangkitkan spirit kebangsaan, kepedulian dan gotong royong, menghargai dan menghidupkan kembali nilai kearifan budaya lokal, mengobarkan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mMeningkatkan spirit menjaga kelestarian lingkungan hidup selaras dan harmonis, ujar Agung Rahadi Hidayat dari PAC GP Ansor Kecamatan Way Tuba menambahkan.
   
“Gusdurian, Gerakan Pemuda Ansor dan seluruh pihak-pihak yang bekerjasama menghaturkan terimakasih untuk partisipasi diberikan semua pihak atas suksesnya acara tersebut,” kata Agung.

rl

Loading...