Beranda Hukum Kriminal Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Ternyata Satu Keluarga

Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Ternyata Satu Keluarga

258
BERBAGI
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan soal terduga pelaku teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. (Foto: kompas.com)

TERASLAMPUNG.COM — Pihak kepolsian dari Polda Jawa Timur dan Polresta Surabaya  mengidentifikasi bahwa pelaku bom di Surabaya adalah satu keluarga.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan keluarga ini melakukan serangan di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

Tito mengatakan pelaku menggunakan mobil dalam melakukan aksinya. “Yang gunakan Avanza diduga keras itu adalah orang tuanya atau bapaknya,” ujarnya di Surabaya pada Ahad, 13 Mei 2018. Pelaku itu diketahui bernama Dita Upriyanto.

Pelaku ini, kata Tito, meledakkan diri menggunakan mobil di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Sebelumnya, Dita menurunkan anggota keluarganya, yang terdiri atas istri dan dua anaknya, di GKI Diponegoro. Sang istri diketahui bernama Puji Kuswati, sementara dua anaknya berinisial FS, 12 tahun, dan VR, sembilan tahun.

BACA: Empat Terduga Teroris Ditembak Mati di Cianjur, Satu dari Kotabumi

Ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela juga terkait dengan keluarga ini. Ledakan di gereja di Ngagel itu diduga dilakukan dua anak laki-laki Dita, yaitu Yusuf Fadil, 18 tahun, dan FH, 16 tahun. Mereka menggunakan bom yang diletakkan di pinggang. “Semuanya serangan bom bunuh diri, cuma bomnya berbeda,” kata Tito.

Titon menyebut para pelaku diduga berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). “Satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Dia adalah ketuanya Dita ini,” ucapnya.

Pada Ahad pagi ini, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi serangan bom di Surabaya terjadi di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro; Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Baratajaya, Kecamatan Gubeng; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

Sementara Kapolresta Surabaya Kombes Setiawan mengatakan. tim penjinak bom (Jinmom) dan Densus 88 sudah melakukan penggeledahan rumah terduga teroris tersebut.

Polisi menemukan 2 bom aktif di salah satu kamar dan sudah meledakkan bom tersebut pada Minggu malam pukul 18.30 WIB. Polisi juga menemukan sejumlah bahan bom,busur, dan anak panah.

Menurut Kapolresta, saat didatangi polisi, rumah terduga teroris yang tampak bagus di kompleks elite itu dalam keadaan kosong.

TL/tempo.co/bbs