Beranda Hukum Kriminal Pelaku Dibiarkan Bebas, Korban Pengeroyokan Kecewa dengan Polsek Sidomulyo

Pelaku Dibiarkan Bebas, Korban Pengeroyokan Kecewa dengan Polsek Sidomulyo

452
BERBAGI
Sukiman (49), warga Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo yang menjadi korban pengroyokan menunjukkan foto saat mengalami luka-luka lebam di wajahnya..

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Salah seorang korban pengeroyokan bernama Sukiman (49), warga Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo kecewa dengan penanganan perkara yang telah dilaporkannya ke Polsek Sidomulyo, Lampung Selatan.

Korban kecewa karena laporan pengroyokan yang menimpanya  tidak ditangani serius oleh pihak kepolisian. Menurutnya, pihak kepolisian terkesan membiarkan  TMN Cs bebas, tanpa ada penanganan proses hukum yang jelas.

Pengeroyokan yang dialami korban telah dilaporkan ke Mapolsek Sidomulyo pada 1 Agustus 2018 lalu dan laporannya tertuang dalam laporan polisi nomor: Lp/B-71/VIII/2018/Res Lamsel/Sek SDM terkait dengan pasal 170 KUHPidana. Terduga pelaku TMN seperti pengakuan dari korban, sempat dipanggil pihak kepolisian Polsek Sidomulyo namun tidak diproses secara hukum.

Korban mengaku pengeroyokan yang dialaminya terjadi pada Sabtu 28 Juli 2018 lalu sekitar pukul 22.30 WIB.

“Sejak dilaporkannya kasus pengroyokan itu, hingga saat ini sudah sekitar satu bulan lebih belum ada tindak lanjut dan kejelasan yang dilakukan Polsek sidomulyo terkait laporannya. Jelas saja saya kecewa, mungkin karena saya ini orang gak punya makanya laporan saya tidak ditanggapi dengan serius,”ucapnya.

Sukiman mengaku, awalnya ia dikirimi sms oleh istri mudanya, Sugini yang meminta dirinya untuk diantarkan makanan pada Sabtu 28 Juli 2018.

Selepas magrib ia datang ke rumah istri mudanya di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo sembari membawa makanan,.

Setelah istri mudanya makan lalu minta dipijat. Sekitar pukul 21.00 WIB, istri mudanya itu minta dibelikan mie aya. Saat itu juga ia pergi untuk membelikan mi ayam.

Kemudian Sugiman kembali lagi di rumah istri mudanya sekitar pukul 22.20 WIB, disitu sudah banyak kendaraan sepeda motor.

Di dalam rumah, istri mudanya cek-cok mulut dan anak perempuannya hingga keributan itu berlanjut sampai diluar rumah. Tapi saat itu, ia hanya diam dan duduk saja di dalam rumah. Taklama kemudian, tiba-tiba TMN dan Ro masuk ke dalam rumah dan manggil dirinya yang saat itu tengah duduk.

Malam itu TMN Sukiman.

“Merasa tidak ada masalah sama dia (TMN) ya saya datangi, tiba-tiba TMN ini langsung pegang kerah baju saya dan saat itu juga saya didorong dan kepala saya dibenturkan ke tembok sampai saya sempoyongan,”ungkapnya.

Pelaku juga memukul Sukiman hingga mengalami luka memar di bagian kepala, kening, dan pelipisnya robek.

Saat itu ia pun berusaha meronta dan lari untuk meloloskan diri, hingga akhirnya ia dapat terlepas dan lari keluar rumah.

Begitu berada di luar, ia dipukuli lagi sama sopirnya TMN. Lalu TMN dan Ro masih mengejar dirinya, ia berusaha lari lagi sejauh 100 meter hingga akhirnya terjatuh dan disitulah ia dihajar habis-habisan.

“Begitu saya terjatuh, TMN CS langsung memukuli saya lagi bahkan menendangi tubuh saya dan dada saya juga diinjak-injak. Beruntungnya, saya diselamatkan istri muda saya Sugini yang langsung menimpali tubuh saya sembari mengatakan “Uwes-uwes ojo diterosno mengko mati iki” (Sudah-sudah jangan diterusin nanti mati ini),”kata Sukiman yang menirukan ucapan istri mudanya itu.

Taklama kemudian, datang saksi Sumijo berusaha melerai dan menyuruh mereka (TMN Cs) pergi sembari mengatakan, “Jangan macem-macem kamu, gebukin orang sembarangan aja kalau mati giman”. Setelah itu, Sugiman dipapah dan dibawa oleh Sumijo ke rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian tersebut. Di rumah Samijo itu, ternyata TMN masih mengincar dirinya bahkan Sumijo sudah meminta TMN untuk pergi tapi tetap tidak mau pergi malah teriak-teriak.

“TMN ini teriak-teriak, menyuruh saya keluar dari rumah Pak Sumijo sembari mengatakan, “Pak Man keluar kamu kalau laki-laki, saya bakar sekalian kamu nanti kalau nggak mau keluar”. Malam itu saya sudah tidak bisa apa-apa hanya pasrah saja, karena kepala saya rasanya mau pecah dan mata saya sudah kabur nggak bisa lihat lagi akbiat dipukuli itu,”ujarnya.

Pagi harinya, lanjut Sukiman, barulah ia diantarkan Sumijo pulang ke rumahnya di Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo. Namun istri pertamanya, Wagini (47) belum mengetahui peristiwa yang dialaminya itu. Sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB, istrinya pulang dari berjualan di Pasar kaget begitu melihat dirinya terbaring di kasur dengan luka-luka memar-memar dibagian wajah, kepala dan dadanya.

Saat itu juga, ia dibawa oleh istri tuanya dan anaknya ke Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo untuk mengobati luka-lukanya. Sekitar pukul 17.00 WIB, ia bersama istri tuanya, Wagini melaporkan kejadian pengroyokan itu ke Mapolsek Sidomulyo. Namun laporannya hanya ditulis dengan tangan oleh salah seorang anggota polisi, dan ia disuruh datang lagi pada Senin 30 Juli 2018.

“Senin sekitar pukul 09.00 WIB saya datang lagi ke Polsek Sidomulyo, tapi kenyataannya laporannya belum diterima dan tidak ditanggapi. Alasannya, karena terduga TMN sedang repot mengurus usaha tendanya jadi tidak bisa dipanggil untuk dimintai keterangan,”terangnya.

Selanjutnya, ia diminta untuk datang lagi pada hari Selasa, tapi hasilnya sama saja laporan saya tidak ditanggapi lagi. Baru keesokan harinya, Rabu 1 Agustus 2018 laporannya baru diterima dan disitu ia sudah menjelaskan seperti apa kronologis kejadiannya, serta saksi-saksi yang melihat kejadian itu seperti Bangun dan istrinya, Sumijo dan istrinya serta Harni juga Peni.

Beberapa hari kemudian, kata Sukiman, ia dipanggil lagi ke Polsek Sidomulyo dan disitu sudah ada terduga TMN. Tapi ia dan TMN dimintai keterangan di ruangan terpisah, lalu petugas memidiasi agar masalahnya tidak berlanjut (damai). Awalnya ia sempat menolak karena sudah dipukuli hingga mengalami luka, hingga akhirnya ia pun berusaha menerima asalkan TMN mau mengobati luka-luka yang dialiminya. Tapi TMN menolak, justru menantang untuk melanjutkan kasus tersebut.

“Dia (TMN) ini menantang, ‘Silahkan kalau mau dilanjutkan, mau kemana saja bahkan sampai ke meja hijau sekalipun. Tapi kamu yang akan rasakan nanti, karena pengacara dan polisi disini semua teman saya’,”jelas Sukiman sembari menirukan perkataan terduga TMN dan diamini oleh Wagini, istri pertama Sukiman.

Saat ditanya motif pengroyokan yang dilakukan TMN Cs, Sukiman mengatakan tidak mengetahui motif dan alasan pasti kenapa TMN Cs tiba-tiba melakukan pengroyokan dan langsung memukuli dirinya. “Saya gak tahu alasannya dia (TMN) ini kok tiba-tiba ngroyok dan memukuli saya,”ucapnya.

Hingga saat ini, lanjut Sukiman, belum ada tindak lanjut terkait laporan kasus tersebut yang sudah dilaporkannya ke Mapolsek Sidomulyo. Diakuinya, beberapa hari lalu, ia sempat didatangi lagi oleh petugas dari Polsek Sidomulyo di rumahnya dan petugas itu mengatakan kalau TMN sudah mengakui kesalahannya.

“Saat itu saya katakan ke petugas yang datang ke rumah saya, bahwa seperti apa sifatnya TMN saat di kantor polisi. Karena merasa punya uang banyak, makanya dia (TMN) bangga dan merasa kebal hukum,”kata dia.

Dikatakannya, awalnya ia dan keluarga binggung, harus kemana mencari keadilan lantaran tidak memiliki uang. Ditengah kebuntuannya itu, ada seorang pengacara yang baik dan benar-benar ikhlas mau membantu dan mendampingi dirinya dalam perkara tersebut.

“Alhamdulilah, ada pengacara yang mau membantu masalah ini dan saya menyerahkan sepenuhnya perkara ini dengan kuasa hukum saya. Intinya saya meminta, agar pekaranya harus dilanjutkan dan diproses sesuai aturan hukum,”pungkasnya.

Sementara Kapolsek Sidomulyo, Iptu Sigit Riyanto, saat dikonfirmasi membantah  pihaknya melakukan pembiaran seperti apa yang telah dilaporkan oleh korban.

Menurutnya perkara tersebut masih dalam proses sidik untuk mendalami kasusnya.

“Kami bekerja secara profesional, dan kita tanggapi tidak ada itu perkara yang dilaporkan dibiarkan. Karena perkaranya inikan masih proses, untuk terlapor sudah dilakukan panggilan yang kedua dan panggilan ketiga baru besok dan terlapor langsung dilakukan penjemputan,”ungkapnya.

Dikatakannya, rencananya gelar perkaranya akan digelarkan besok, setelah itu baru akan ditetapkan siapa saja tersangkanya.

Loading...