Beranda Politik Ketua FMTL: Para Pelaku Kampanye Hitam Harus Dipidana

Ketua FMTL: Para Pelaku Kampanye Hitam Harus Dipidana

116
BERBAGI
Koordinator FMTL,Hary Kohar
Koordinator FMTL,Hary Kohar

TERASLAMPUNG.COM — Forum Masyarakat Transparasi Lampung (FMTL) menyatakan harus dipidana para pelaku kampanye hitam (black campaign) karena telah mencemari semangat demokrasi.

“Pascareformasi 1998, kita sudah sepakat berdemokrasi. Jangan sampai, kesepakatan tersebut dirusak oleh mereka dengan cara melakukan kampanye hitam,” kata koordinator FMTL, Hary Kohar,Kamis  (10/5/2018).

Hary Kohar mengatakan, Undang-Undang Pilkada No.10 Tahun 2016 dengan jelas menyebutkan  kampanye hitam tidak diperbolehkan.

“Pasal 69, UU No. 8 Tahun 2015 berisi sanksi bagi pelaku “black campaign” berupa pidana penjara tiga bulan hingga 18 bulan dan denda paling sedikit Rp600 ribu sampai Rp6 juta. Kampanye seharusnya ajakan memilih kepada pemilih dengan menekankan pada misi,visi,dan program calon kepala daerah yang diusungnya. Meski, dalam penyampaiannya dianggap negatif bagi calon lain,” katanya.

Kampanye negatif , kata Hary Kohar adalah kampanye yang tetao berdasarkan fakta. Sedangkan kampanye hitam berasal dari desas-desus, rumor, yang tak ada kaitan dengan visi dan misi pasangan calon yang hendak dibidiknya.

“Contohnya,  salah satu calon menyampaikan misinya selesaikan kemacetan kota dengan menata kembali lalu lintas, pembanguan jalan alternatif, atau memecahnya lewat pembangunan kota baru. Pasangan calon tidak perlu tersinggung ketika program- programnya dikritik oleh pasangan calon lain.Hal semacam ini masuk kategori kampanye negatif. Sedangkan kampanye hitam lebih mengedepankan wilayah privat dalam ranah wilayah publik,” katanya.

Hary Kohar berharap aparat yang berwenang, antara lain panwas, pihak kepolisian, jangan ragu-ragu untuk menyeret para pelaku kampanye hitam demi tegaknya demokrasi