Beranda Teras Berita Pelaku Sodomi Siswa SD di Bandarlampung Dibekuk Polisi

Pelaku Sodomi Siswa SD di Bandarlampung Dibekuk Polisi

458
BERBAGI

Wandi Mengaku Pernah Menyodomi Dua Anak SD



Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Suwandi alias Wandi saat diperiksa di kantor Polsek Tanjungkarang Barat

BANDAR LAMPUNG – Petugas Babinkamtibmas Polsek Tanjungkarang Barat  menangkap, Suwandi (25), pelaku pencabulan terhadap siswa SD. Warga Desa Hanura, Padang Cermin, Lampung Selatan  yang menjadi gelandangan di Pasar Tengah itu ditangkap polisi saat membuat keresahan dengan menakut-nakuti siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Palapa Jalan Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Kamis (22/5) sekira pukul 11.30 WIB.

Kapolsek Tanjungkarang Barat, Kompol I Ketut Suryana mengatakan, penangkapan tersangka setelah petugas Babinkamtibmas mendapat laporan melalui sambungan telepon genggam dari salah satu guru yang mengajar di SD tersebut, tentang keberadaan Wandi yang meresahkan siswa sekolah dasar. Dari laporan tersebut, petugas kemudian mendatangi kesekolah untuk mengamankan tersangka.

“Saat petugas akan membawa tersangka, anehnya tersangka ini mengaku sebagai orang gila. Ketika diperiksa ditemukan senjata tajam pisau karter yang disembunyikan oleh tersangka, dari beberapa keterangan yang didapat, tersangka Wandi ini juga kerap memamerkan alat kelaminnya di hadapan anak-anak siswa SD. Guna penyelidikan, tersangka diamankan untuk dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Tanjungkarang Barat,” tuturnya Ketut kepada wartawan, Kamis (22/5).

Dari hasil pemeriksaan, Wandi mengakui selain sering memarkan alat kelaminnya pada anak siswa SD juga pernah melakukan perbuatan bejatnya dengan menyodomi dua siswa SD di salah satu sekolah di Bandarlampung. Saat akan melakukan aksinya, Wandi merayu salon korbannya dengan cara di iming-imingi permen.

“Dari pengakuannya, bahwa dia (tersangka) sudah dua kali melakukan perbuatan sodomi terhadap dua anak sekolah, siswa di salah satu sekolah dasar di Bandar Lampung. Wandi melakukan perbuatan sodomi di belakang gedung sekolah, hal itu dilakukan tersangka untuk melampiaskan nafsu seksnya,” jelasnya Ketut.

Ketut mengaku pihaknya akan mendalami kasus ini. Petugas akan segera mengecek ke sekolah dasar tersebut yang disebutkan tersangka.

“Pengakuan dari tersangka Wandi memang ada dan melakukan sodomi terhadap dua anak siswa SD, Kami akan datangi sekolah yang diduga siswanya menjadi korban tersangka Wandi,” tegas dia.

Menurut Wandi, dia ketagihan seks karena hampir tiap malam bermain seks dengan bencong.
Untuk melampiaskan napsu seksnya, ia kemudian mencari sasaran lain, yakni anak-anak SD. Dia mengaku selalu merayu korbannya dengan mengiming-imingi akan memberi  permen. Setelah korban dapat dirayu, lalu dia mengajak korbannya ke belakang gedung sekolah dasar, saat itu juga tersangka membuka celana korban dan langsung menyodomi korbannya.

“Begitu saya dan korban sampai di belakang gedung sekolahan, korbannya langsung saya gituin (sodomi) . Saya melakukannya karena saya memang suka dengan anak-anak, kalau sama perempuan suka juga tapi ya tidak seberapa suka,” ujar dia di hadapan penyidik dan wartawan di Mapolsek Tanjungkarang Barat, Kamis (22/5).

Setelah pemeriksaan selesai, Wandi langsung ditahan. Tetapi tak lama kemudian Wandi berteriak-teriak dari didalam sel tahanan meminta kepada petugas untuk mengeluarkannya dari dalam sel dan minta tolong.

Ketika polisi mendatangi sel Wandi, ternyata Wandi sudah dalam kondisi babak belur karena dipukuli para tahanan yang berada satu sel dengannya.

Loading...