Beranda Teras Berita Pelaku UKM di Lamsel Dapat Bantuan Alat Pengolahan Makanan Lokal

Pelaku UKM di Lamsel Dapat Bantuan Alat Pengolahan Makanan Lokal

442
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Jefri, pemilik usaha “Otak-Otak BJ” di Kecamatan Kalianda, mendapatkan bantuan seperangkat alat pengolahan makanan lokal khas Lampung Selatan, dari Pemkab Lamsel melalui BKP Lampung Selatan.

LAMPUNG SELATAN – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Lampung Selatan  memberikan bantuan berupa peralatan pengolahan makanan lokal kepada para pelaku usaha kecil menegah (UKM).

Bantuan tersebut  disalurkan kepada masing-masing pelaku UKM dalam dua tahap. Pertama bantuan berupa alat penepungan untuk pengolahan pangan alternatif diberikan di tahun 2015  kepada 2 (dua) kelompok wanita tani (KWT) binaan BKP Lampung Selatan yakni KWT Melati di Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro dan KWT Siti Hawa di Desa Lebung Nala, Kecamatan Ketapang.

“Sedangkan untuk Tahun 2016, bantuan diberikan kepada pelaku UKM perorangan atas nama Jefri selaku pemilik usaha Otak-Otak BJ yang ada di wilayah Kecamatan Kalianda. Bantuan yang diberikan, berupa seperangkat peralatan pengolahan makanan khas Lampung Selatan seperti sate ikan, otak-otak dan egg roll (kue semprong, red),” ujar Kepala BKP Lamsel Rini Ariasih, kepada Teraslampung.com, Kamis (11/2) siang.

Menurut Rini Ariasih, diberikannya bantuan peralatan pengolahan makanan tersebut, untuk mendorong keseriusan para pelaku UKM di Lampung Selatan, dalam rangka mengembangkan produk-produk pangan lokal, khususnya pangan pokok non beras dan non terigu.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah terhadap para pelaku UKM, agar bisa terus berkarya dalam mengembangkan produk panganan lokal. Dengan harapan, usaha pangananan lokal di kabupaten ini (Lamsel, red) bisa terus maju dan berkembang,” terangnya.

“Kami juga menghimbau kepada para pelaku UKM lainnya yang belum mendapatkan bantuan agar bisa bersabar. Mudah-mudahan, pada tahun-tahun berikutnya bantuan serupa bisa kembali disalurkan oleh pemerintah daerah melalui program-program ketahanan pangan lainnya,” katanya.

Loading...