Beranda Pendidikan Kampus Pelantikan Wakil Rektor Unila Disambut Unjuk Rasa

Pelantikan Wakil Rektor Unila Disambut Unjuk Rasa

142
BERBAGI
Presiden BEM Unila, Bambang Irawan, memimpin aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan GSG Unila, Kamis (14/1). Mereka memprotes pihak rektorat yang mereka nilai tidak transparan dalam proses pemilihan Wakil Rektor Unila. (Foto: Teknokra.com).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pelantikan Wakil Rektpr Universitas Lampung, Kamis pagi (14/1/2016) disambut spesial oleh para mahasiswa Unila. Puluhan mahasiswa menyambut acara pelantikan di Gedung Serba Guna (GSG) Unila itu dengan menggelar aksi unjuk rasa.

Unjuk rasa yang dimotori oleh Badan Eksektif Mahasiswa Universitas (BEM U) itu dipicu oleh kebijakan rektorat yang dinilai tidak melakukan sosialisasi terkait pemilihan wakil rektor.

“Aksi ini merupakan bentuk pengambilan sikap dari mahasiswa untuk meminta keterbukaan informasi penentuan pemimpin universitas,” kata Bambang Irawan, mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis Fisip Unila yang juga Presiden BEM Unila, seperti ditulis  media kampus Unila, teknokra.com, Kamis (14/1).

Nadiril Syah, mahasiswa Administrasi Bisnis angkatan 2012 yang juga Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unila,  mengatakan aksi ini juga untuk mengucapkan selamat atas dilantiknya Wakil Rektor  dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila.

“Jika ada mahasiswa yang mengkritisi maka harus diakomodir. Saya yakin banyak mahasiswa yang belum tahu siapa wakil rektor kita, harusnya memang ada sosialisasi dulu sebelum pelantikan, bukan sebaliknya,” tambah Nadiril.

Selama aksi, para mahasiswa membawa berbagai karton yang bertuliskan “RIP Keterbukaan Informasi di Unila”, “Pemilihan warek aja ditutupin, apalagi yang lain?”, “Apa iya? Yang jadi warek cuma orang terdekat rektor?”

Menanggapi aksi tersebut, Prof. Hasriadi  mengatakan memang tidak ada sosialisasi apa pun mengenai pemilihan wakil rektor. Menurutnya pemilihan wakil rektor sudah sesuai prosedur yang sudah diatur oleh universitas.

Hasriadi mengatakan Rektor memiliki hak prerogatif untuk memilih wakil rektornya, sebagaimana yang telah diatur dalam statuta Unila.

“Semua wakil rektor memiliki nilai tambah. Kriteria menjadi seorang wakil rektor diantaranya, komitmen, loyalitas, serta integritas,” katanya.

Hasriadi membantah tudingan bahwa Wakil Rektor tdipilih berdasarkan kedekatan personal. Menurut Hasriadi, Wakil Rektor dipilih karena  kompetensi yang mereka miliki.

Sumber: teknokra.com

Loading...