Beranda Hukum Pelecehan Mahasiswi UIN Raden Intan, Damar Dukung Penuh Korban

Pelecehan Mahasiswi UIN Raden Intan, Damar Dukung Penuh Korban

231
BERBAGI
Konferensi pers Damar soal kasus pelecehan seks yang dialami mahasiswi UIN Raden Intan Lampung, Kamis, 14 Februari 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Lembaga Advokasi Perempun Damar akan menempuh sejumlah langkah untuk membantu EP, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan yang diduga menjadi korban pelecehan dosennya.

Menurut Ketua tim pengacara dari Damar, Meda Fatmayanti, Damar akan  mendukukung penuh korban dan mendampingi korban dalam pemeriksaan, melakukan konseling,dan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK).

“Kami saat ini mendampingi korban untuk konseling, kondisi korban secara fisik sehat tapi secara psikologis jorban merasa tertekan,” jelas Meda, dalam konferensi pers,Kamis, 14 Februari 2019.

Meda Fatmayanti menuturkan, korban EP mengaku pelecehan seksual yang diduga dilakukan dosen berinisial SH kepada EP terjadi tanggal 21 Desember 2018 pada pukul 13.20 di ruang Dosen Studi Agama.

“Korban merasa dilecehkan oleh SH lewat sentuhan fisik maupun nonfisik serta ucapan bernuansa seksual. Klien kami EP merasa direndahkan martabatny, kemudian melaporkan oknum dosen itu ke Polda Lampung pada tanggal 28 Desember 2018yang lalu dan sekarang laporan itu sudah masuk tahap lidik, polisi sudah manggil 11 orang saksi,” jelas Meda.

Anggota tim pengacara, Peni Wahyudi, mengungkapkan UIN Raden Intan tidak punya itikad baik untuk melindungi korban tapi lebih berpihak ke pelaku.

“Pihak rektorat UIN sudah membentuk tim pencari fakta, tetapi lebih untuk kepentingan kampus tidak ke korban. Hingga kini dosen pelaku itu masih mengajar padahal kami sudah menyurati UIN untuk menonaktifkan dosen tersebut sayangnya sudah 2 minggu surat itu belum dijawab,” jelas Peni.

Selain itu,kata Peni, dalam menjalani proses ini korban EP mendapat intimidasi secara psikologis dari pihak kampus.

“Ada pihak kampus yang mendatangi korban dan meminta agar mencabut laporannya. Ini kan gak benar. Korban pelecehan kemudian melapor ke polisi harusnya diapresiasi, agar tidak ada korban-korban lainnya,” jelasnya.

Dandy Ibrahim

 

Loading...