Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pelecehan, Puluhan Wartawan Lampura Gelar Unjuk Rasa

Pelecehan, Puluhan Wartawan Lampura Gelar Unjuk Rasa

731
BERBAGI
Aksi damai yang dilakukan oleh wartawan sebagai bentuk protes dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum pegawai Dinas Kesehatan
Aksi damai yang dilakukan oleh wartawan sebagai bentuk protes dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum pegawai Dinas Kesehatan.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Puluhan wartawan Lampung Utara yang tergabung dalam PWRI, KWRI, dan PJI-D ‎menggelar aksi damai sebagai reaksi dari dugaan pelecehan profesi wartawan yang dilakukan oknum pegawai Dinas Kesehatan, Senin (19/3/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pelecehan ini sendiri berawal dari persoalan langganan koran yang ditolak oleh Dinas Kesehatan. Penolakan ini disampaikan oleh Adhi Pramana yang ditunjuk untuk mengurusi kerja sama dengan media‎ kepada wartawan tersebut.

Adhi beralasan, Dinas Kesehatan hanya berlangganan koran dengan media dari Lampung saja. Sementara, koran yang coba ditawarkan berasal dari luar Lampung. Kebijakan ini terpaksa diambil guna menyiasati ketersediaan anggaran untuk media yang minim.

Persoalan kemudian melebar lantaran percakapan antara Adhy dan salah seorang wartawan yang belakangan diketahui bernama Sudirman (Intel Media) dianggap telah melecehkan wartawan. Yang bersangkutan dikabarkan mengeluarkan pernyataan yang berbau menyerang kehormatan profesi wartawan.

Aksi damai ini dilakukan di tiga tempat, yakni kantor Dinas Kesehatan, kantor Pemkab dan kawasan tugu Payan Mas Kotabumi. Di tiga lokasi itu, mereka menuntut sikap tegas dari Pemkab terkait persoalan tersebut.

“Kami minta Kepala Dinas Kesehatan mengambil tindakan tegas dan memberi sanksi kepada oknum Dinas Kesehatan (Adhi Pramana, red) yang kami nilai telah melakukan pelecehan,” tegas koordinator aksi, Hamzah saat berorasi di kantor Dinas Kesehatan.

Hamzah juga meminta diadakan pengusutan terhadap dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Adhy dan ‘mengharuskan’ yang bersangkutan m‎eminta maaf kepada kalangan wartawan yang telah dilukai perasaannya oleh ucapannya.

“Adhy juga harus dipindahkan dari Dinas Kesehatan dan meminta Pemkab untuk mengimbau seluruh jajarannya untuk tidak melakukan hal serupa,” jelasnya.

Rombongan peserta aksi kemudian bergerak menuju ‎kantor Pemkab untuk menyampaikan unek – unek mereka. Tak lama berselang, mereka dipersilakan masuk untuk menyampaikan persoalan ini kepada Pelaksana Tugas Bupati Sri Widodo.

“Alhamdulillah, pak Plt Bupati Sri Widodo telah menginstrusikan kepada Inspektorat untuk menindaklanjuti persoalan ini,” papar Hamzah.