Pelecehan Seksual: Tiga Kakak Beradik Jadi Korban Kebejatan Anwar

  • Bagikan

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Anwar saat diperiksa di Polresta Bandarlampung. (Teraslampung)

BANDAR LAMPUNG – Anwar (53), warga Kelurahan Sukabumi, Bandarlampung, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung dirumahnya, pada Minggu (29/6). Pria yang masih melajang itu ditangkap karena mencabuli tiga orang korban bocah perempuan yang masih di bawah umur. Korbannya adalah tiga kakak-beradik berumur lima tahun, 11 tahun, dan 13 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Anwar setelah orang tua korban melaporkan ke Mapolresta Bandarlampung. Orang tua korban mengatakan ketiga putrinya telah menjadi korban pencabulan Anwar sejak beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan itu petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka Anwar saat sedang berada dirumahnya.

“Tersangka mengaku telah mencabuli tiga orang bocah yang masih dibawah umur ini sejak tahun 2012 lalu. Tersangka tega melakukan perbuatan bejatnya akibat sering menonton film VCD porno. Untuk melancarkan aksinya, pelaku selalu membujuk korbannya dengan dengan mengiming-imingi korban akan diberi uang dan permen,” kata Dery kepada wartawan, Senin (30/6).

Dery menjelaskan, terbongkarnya kasus pencabulan yang dilakukan tersangka Anwar, terhadap tiga bocah perempuan kakak beradik setelah orang tua korban merasa curiga terhadap korban yakni anak bungsunya yang berumur lima tahun. Menutur orang tua korban, anak perempuannya yang berusia lima tahun akhir-akhir ini sering murung dan takut tanpa sebab.

“Setelah didesak dengan orangtuanya, korban yang masih berusia lima tahun itu menceritakan bahwa Anwar, tetangga korban, sudah memegang bagian alat vitalnya. Tersangka Anwar juga telah mencabuli kedua kakak perempuannya.  Perbuatan penacabulan itu dilakukan tersangka di rumah korban disaat kondisi rumah sepi  karena kedua orangtua korban sedang pergi,” kata Dery.

Menurut Dery, tersangka Anwar akan dijerat dengan pasal 81-82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

  • Bagikan