Beranda News Peristiwa Pelecehan Wartawan, Puluhan Jurnalis Unjuk Rasa Tuntut Kapolres Way Kanan Dicopot

Pelecehan Wartawan, Puluhan Jurnalis Unjuk Rasa Tuntut Kapolres Way Kanan Dicopot

594
BERBAGI
Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan berorasi meprotes pelecehan profesi jurnalis yang dilakukan Kapolres Way Kanan, 30 Agustus 2017.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Puluhan jurnalis dari media cetak, online, dan telelevisi yang tergabung dalam organisasi profesi jurnalis seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) bersama LBH Pers dan LBH Bandarlampung, menggelar aksi unjuk rasa terkait pelecehan profesi jurnalis yang dilakukan Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan, di Bundaran Tugu Adipura, Rabu (30/8/2017).

Dalam aksi tersebut, para jurnalis dari berbagai media meminta agar proses hukum yang berjalan bisa ditegakkan dan Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kuirniawan harus dicopot dari jabatannya.

Aksi menuntut Kapolres Way Kanan dicopot juga diwarnai dengan berbagai tuntutan yang dituliskan pada selmbar kertas karton, seperti ‘Melarang jurnalis meliput melanggar UU Pers, dipidana 2 tahun’ lalu ‘Jurnalis adalah pewarta bukan pembawa petaka’, ‘Jangan jadikan wartawan tersangka, dan kami jurnalis bukan penyebar kebencian Catat!!! dan ‘IJTI, AJI, PWI dan PFI Kecam Kapolres Way Kanan bertindak arogan’.

Salah satu orator, Ruslan AS jurnalis INews Tv meminta, agar Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno mencopot AKBP Budi Asrul Kurniawan dari Jabatannya sebagai Kapolres Way Kanan. Karena sudah jelas, melakukan pelanggaran pelecehan profesi jurnalis yang bekerja dilindungi oleh Undang-Undang.

Ketiua UJTI Lamoung, Aris Susanto

“Lawan Kapolres, copot Kapolres dari jabatannya..copot sekarang…copot sekarang..sekarang juga,”teriaknya yang juga diikuti puluhan jurnalis lainnnya di bundaran Tugu Adipura.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Padli Ramdan dalam orasinya menyayangkan tindakan yang dilakukan AKBP Budi Asrul Kurniawan kepada dua jurnalis, yang melarang dan melecehkan profesinya saat melakukan tugas jurnalistiknya. Tindakan yang dilakukan Kapolres tersebut, sudah merupakan bentuk kriminalisasi terhadap jurnalis.

“Pelanggaran dalam peliputan truk batu bara melintas, melanggar Undang-Undang pers dan ini sudah melanggar pidana kami meminta diproses,”ucapnya.

Dikatakannya, Jurnalis bukan pembawa petaka, tugas jurnalis dilindungi oleh Udang-Undang dan kita akan terus lawan tindakan kriminalisasi terhadap jurnalis dan kawal prosesnya.

“Tindakan menghalang-halangi kinerja jurnalis dalam peliputan melanggar UU Pers. Saya meminta Kapolda Lampung untuk segera memproses secara hukum, dan mencopot Kapolres Way Kanan dari jabatannya,”jelasnya.

Menurutnya, jangan sampai kejadian kekerasan terhadap jurnalis, seperti yang sebelumnya pernah terjadi kepada rekan wartwan kita belum lama ini. Hanya sekedar cukup minta maaf saja, terus selesai.

“Lawan impuinitas dan segala bentuk kekerasan atau kriminalisasi terhadap jurnalis,”pungkasnya.

Sementara Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Lampung, Aris Susanto mengatakan, dirinya merasa terkejut atas tindakan Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan yang melaporkan balik dua wartawan merekam pembicaraannya yang sudah menjadi korban pelecehan profesi.

Mantan Ketiua AJI Bandarlampung, Yoso Mulyawan, berorasi di Bundaran Tugu Adipura Bandarlampung.

Laporan baliknya tersebut, kata Aris, berdasarkan rekaman audio yang beredar dan rekaman itu dijadikan untuk laporan balik Kapolres tersebut.

Hari ini menggelar aksi damai, karena menyusul adanya upaya kriminalisasi yang dilakukan Kapolres Way Kanan terhadap dua orang wartawan yang menjadi korban pelecehan profesi.

“Meski sudah minta maaf, tapi kenapa melaporkan balik. Jadi intinya Kapolres Way Kanan ini menyerang balik para jurnalis, artinya dia (Budi) benar tidak mengakui kesalahan yang telah dilakukannya,”ungkapnya.

Tindakan Kapolres Way Kanan yang melaporkan balik dua wartawan, harus dilawan. Organisasi profesi wartawan yang ada di Lampung seperti IJTI, AJI, PWI dan PFI serta LBH Pers dan LBH Bandarlampung telah bersepakat akan terus menggelar aksi sampai Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan dicopot dari jabatannnya.

“Rekan-rekan organisasi profesi wartawan AJI, PWI, PFI serta LBH Pers dan LBH Bandarlampung akan mengadvokasi kawan-kawan jurnalis kita yang dilaporkan balik tersebut,”tegasnya.

Dikatakannya, padahal sebelumnya beberapa pengurus organisasi profesi wartawan, sudah bertemu dengan Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno untuk memediasi persoalan yang melibatkan AKBP Budi Asrul Kurniawan. Namun anehnya, justru Kapolres Way Kanan ini malah melaporkan balik dua wartawan.

“Saya lihat di akun Instagram resmi Polda Lampung tertulis, Kapolres Way Kanan melaporkan balik dua orang wartawan yang menjadi korban pelecehan profesi. Artinya, permintaan maafnya itu tidak tulus dan bohong. Kalau sampai hal ini dibiarkan, bisa terjadi nantinya di rekan wartawan lainnya,”jelasnya.

Diketahui, pernyataan Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan dalam sebuah rekaman audio yang berdurasi 4 menit 4 detik tersebut, sangat jelas melarang tugas jurnalis dan berkata kasar terhadap dua orang jurnalis, Dian Firasta dan Dedi Tornado saat akan melakukan peliputan adanya cheos angkutan batu bara di daerah Way Kanan.

Bahkan Budi juga mengatakan profesi wartawan seperti kotoran hewan, koran di lampung cacingan. Bahkan sempat menantang, kedua wartawan itu suruh memanggil teman-teman wartawannya kalau tidak terima pernyataannya itu. Dirinya tidak takut mau ditulis seperti apa aja, karena tidak ada pengaruhnya bagi dirinya.

Kapolres Way Kanan tersebut, sempat meminta kepada anggotanya untuk menggeledah kedua wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan.