Beranda Views Opini Peluang Hujan di Lampung Satu Minggu ke Depan

Peluang Hujan di Lampung Satu Minggu ke Depan

333
BERBAGI

Oleh: Ramadhan Nurpambudi*

Memasuki dasarian ketiga atau sepuluh hari terakhir di bulan Juni ini sudah mulai terasa penuruan curah hujan di sebagian besar wilayah Lampung. Di awal bulan Juni kemarin dimana seharusnya sudah berjalan musim kemarau namun kenyataan di lapangan masih banyak terjadi hujan bahkan dengan intensitas lebat dengan diiringi adanya petir. Mengapa sampai demikian ? Penyebabnya adalah di awal bulan Juni 2019 lalu gangguan cuaca yang bernama Madden Jullian Oscillation (MJO) sedang aktif. Hal itu juga didukung dengan basahnya kondisi atmosfer di lapisan penting pada saat itu sehingga berdampak terhadap pembentukan awan-awan hujan di wilayah Lampung.

Saat ini Madden Jullian Oscillation (MJO) berada pada posisi netral dan diprediksi masih akan dalam posisi netral hingga bulan Juli mendatang. Selain netralnya MJO, faktor lainnya seperti anomali suhu muka laut di wilayah Perairan Lampung saat ini terpantau dalam kondisi yang positif yang berarti tidak banyak penguapan uap air ke atmosfer sebagai bahan untuk pembentukan awan. Begitu juga dengan kondisi kelembaban udara di lapisan penting sudah mulai teramati kering akibat dari monsun Australia yang sudah mulai dominan masuk ke wilayah Lampung.

Berdasarkan dari faktor-faktor diatas maka peluang hujan untuk seminggu kedepan diprediksi akan sangat minim. Hanya di wilayah Pesisir Barat dan Lampung Barat masih berpotensi untuk turun hujan. Seperti yang kita ketahui dimana wilayah Pesisir Barat dan Lampung Barat memang tidak masuk dalam wilayah yang memiliki musim yang jelas untuk di wilayah Lampung karena perbedaan antara musim hujan dan musim kemaraunya sangat tipis akibat dari peranan faktor lokal yang membuat banyaknya turun hujan di sepanjang tahun di kedua wilayah tersebut.

Prediksi minimnya peluang hujan untuk seminggu kedepan dan bahkan hingga bulan Juli mendatang masih dalam kondisi normal untuk bulan ini dan juga bulan Juli mendatang. Sebab untuk bulan Juni dan bulan Juli secara iklim memang wilayah Lampung berada pada fase dimana curah hujan berada pada kurva yang rendah dalam 12 bulan.

Berdasarkan analisis satelit TRMM selama bulan Juni 2019 ini curah hujan di seluruh wilayah Lampung terpantau kurang dari 50 mm. Bahkan, untuk sebagian besar wilayah Lampung Selatan, sebagian besar Lampung Timur, Lampung Tengah bagian timur, serta Pesawaran bagian selatan terpantau curah hujan sudah sangat minim atau paling tidak dalam 5 hari terakhir masih ada hujan namun dengan intensitas yang kecil.

Untuk seminggu ke depan wilayah yang berpotensi turun hujan baik dalam skala lokal hingga hujan sedang adalah Pesisir Barat, Lampung Barat, Mesuji, Tulang Bawang, dan sebagian Tulang Bawang Barat. Mempersiapkan bulan depan dimana potensi hujan yang semakin berkurang dihimbau untuk lebih menghemat pemakaian air bersih, waspada peningkatan hotspot yang erat hubungannya dengan kebakaran lahan, serta kekeringan di wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan. Puncak musim kemarau diprediksi akan jatuh pada bulan Agustus 2019 mendatang untuk wilayah Lampung.***

*Prakirawan BMKG Lampung

 

 

Loading...