Pelukis Lampung Yen Djoenaidy Tutup Usia

  • Bagikan
Yen Djoenaidy. Foto: Istimewa
Yen Djoenaidy. Foto: Istimewa

TERASLAMPUNG.COM — Kabar duka datang dari dunia senirupa Lampung. Salvatore Yen Djoenaidy (67 tahun), salah seorang pelukis senior di Lampung, tutup usia di Tangerang, Banten, Senin siang (10/1/2022) pukul 13.12 WIB.

Kabar duka itu pertama kali disampaikan perupa yang juga guru senirupa, Ch Sapto Wibowo, Senin sore.

“Telah meninggal dunia Seniman pelukis Lampung: SALVATOR YEN JUNAIDI (Mertua dr pk. Sulis Tiyono ) pada hari ini Senin 10 Januari 2022 pk. 13.12 (barusan) di Tangerang. Menurut info sementara jenazah akan dibawa ke Lampung besok dan akan dikebumikan di pemakaman Negeri Sakti, Langkapura Lampung. Info pasti jamnya menyusul,” tulis Sapto di akun Facebook miliknya.

Selama ini pria kelahiran 21 Agustus 1955 itu tinggal bersama istrinya di Jl. Sam Ratulangi Bandarlampung. Istrinya bekerja sebagai seorang pendamping PKH di Lampung Tengah. Yen kerap mendampingi kegiatan istrinya. Yen sendiri masih menekuni profesi pelukis hingga akhir hayatnya. Ia juga masih menjadi guru privat melukis.

Dulu Yen pernah memiliki galeri, tetapi kemudian tutup. Setelah galeri ditutup, Yen tidak lagi mengajar anak-anak didiknya di rumahnya. Ia yang rajin menyambangi rumah anak asuhnya.

Yen termasuk seniman yang berdedikasi dan bertanggung jawab terhadap profesinya. Ia pernah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor tuanya pada malam hari di ruas jalan Metro – Trimurjo. Ia pulang malam hari, usai menghadiri kegiatan senirupa di Kota Metro. Saat itu jalan sepi dan tidak ada yang menolong. Ia mendapatkan pertolongan setelah mengontak sahabatnya di Metro, Rifian Al Chepy.

Yen pernah beberapa kali menjadi pengurus Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan pernah mendapatkan penghargaan Philiph Morris bersama pelukis Lampung lain, Subardjo (almarhum).

Yen juga dikenal rajin ikut pameran bersama di beberapa daerah, baik di Lampung, Jakarta, maupun beberapa kota di Pulau Sumatera.

Oyos Saroso H.N.

 

  • Bagikan