Beranda Ruwa Jurai Lampung Barat Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona di Lampung Barat Berlangsung Lancar

Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona di Lampung Barat Berlangsung Lancar

621
BERBAGI
Pemakaman jenazah korban virus corona di TPU Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu petang (4/4/2020),
Pemakaman jenazah korban virus corona di TPU Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu petang (4/4/2020),

TERASLAMPUNG.COM — Jenazah S (71), pasien virus corona yang meninggal dunia di RSU Abdul Moeloek Bandarlampung (RSUAM) pada Sabtu dini hari (4/4/2020), dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) dii kampung halamannya di Lingkungan Srigaluh, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu petang (4/4/2020).

BACA: Pasien Virus Corona Meninggal, Warga Sekincau Lampung Barat Siapkan Liang Lahat

Proses pemakaman berlangsung lancar. Pemakaman dilakukan oleh tim khusus Pemprov Lampung yang terdiri atas personel TNI, Polri, dan Sat Pol PP. Keluarga S dan sejumlah warga turut menyaksikan proses pemakaman dari kejauhan.

Para petugas pemakaman dari Pemprov Lampung yang berjumlah 10 orang terlihat mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, dengan tubuh tertutup rapat. Mereka dengan cekatan melakukan pemakaman jenazah S.

Tidak seperti jenazah korban virus corona lainnya yang bermasalah saat akan dimakamkan karena ditolak warga, warga Sekincau justru menyambut jenazah dengan sangat baik.

Sejak pagi hari warga bergotong royong menggali liang lahat di TPU setempat. Liang lahat untuk jenazah S lebih dalam dibanding liang lahat pada umumnya.

Lepas magrib, rombongan dari Pemprov Lampung meninggalkan lokasi pemakaman. Warga terlihat berdiri di pinggir jalan untuk melambaikan tangan dan menyampaikan terima kasih.

“Terima kasih… terima kasih…” kata sejumlah warga Sekincau.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana, mengungkapkan S adalah pasien virus corona dengan riwayat perjalanan dari tabligh akbar Gowa Sulawesi Selatan selama 5 hari.

“Pada tanggal 27 Maret 2020 pasien inisial S ini pulang ke Lampung dari pengajian di Gowa. Selanjutnya, ia dibawa ke Puskesmas dengan keluhan mual, lemas, dan buang air besar  5 sampai 6 kali sehari. Pada 28 Maret 2020 pukul 07.00 WIB pasien dirujuk ke RSUAM. Saat itu ondisi pasien sudah tidak stabil,” kata Reihana.

Menurut Reihana, saat dirawat di RSUAM pasien mengalami  sesak napas serta memiliki penyakit penyerta penyakit hipertensi dan paru-paru kronis.

“Pasien sudah diberikan alat bantu dan selalu sesak.Kondisinya sudah menurun .Dokter yang mengisolasinya sudah berusaha keras tapi takdir berkata lain. Pasien lansia ini meninggal dunia pada Pukul 00.00 WIB di RSUAM,” kata Reihana.

Loading...