Beranda Hukum Pemasok Bahan Bangunan Berusaha Peras dan Ancam Membunuh Pemilik Toko

Pemasok Bahan Bangunan Berusaha Peras dan Ancam Membunuh Pemilik Toko

206
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pemilik toko bangungan Perjuangan Jaya, Jati Agung Lampung Selatan, Suryanto (30) mengatakan, sebelum melaporkan kejadian perampasan bahan bangunan di toko miliknya ke Polda Lampung, sebelumnya ia sudah berusaha mengajak Adi Darma selaku pemasok untuk menghitung kekurangan uang yang harus dibayarnya dari nominal barang semen yang dipasok ke tokonya.

“Saya dipaksa sama dia (Adi) menandatangi surat pernyataan, tapi isi pernyataannya tidak ada (kosong) dan suratnya hanya tertera nilai nominal uang Rp 80 juta yang harus saya bayar. Padahal nominal uang semen yang dipasok ke toko saya, hanya Rp 22,5 juta. Berarti saya ini mau ditipu dan diperas sama dia (Adi),”ujarnya kepada teraslampung.com, Minggu (30/4/2017).

Karena ia menolak harus membayar uang Rp 80 juta yang tidak semestinya ia bayarkan, Adi menelepon dirinya dan mengancam akan membunuh. Ancaman itu, sudah beberapa kali dilakukan Adi terhadap dirinya. Bahkan istrinya bernama Fitri (37), yang sedang menjaga toko, sempat mau dicangkul oleh Adi yang saat itu datang ke toko bersama rekannya Ro.

“Adi sempat mau melukai istri saya pakai cangkul. Untungnya tidak sampai terjadi karena Adi dihalangi oleh temannya Ro agar tidak melukai istri saya,”ungkapnya.

Selain ancaman mau dibunuh, Suryanto mengaku dirinya dipaksa dengan Adi harus membayar uang yang tidak semestinya dibayarkan. Bahkan temannya Adi berinisial Ro, yang mengaku sebagai anggota polisi , juga mengancam tidak takut jika masalah ini mau dilaporkan ke polisi sekalipun.

“Ro ini sempat bilang ke saya, silakan kalau mau melaporkan masalah ini ke polisi. Mau lapornya itu ke Kapolda, ataupun ke jenderal siapa pun, saya tidak takut,”ucap Suryanto menirukan perkataan Ro.

Selanjutnya, kata Suryanto, setelah dirinya bermusyawarah dengan keluarga, akhirnya ia memutuskan dan memberanikan diri dengan melaporkan kasus perampasan barang, pemerasan disertai dengan adanya ancaman pembunuhan tersebut ke Polda Lampung.

“Awalnya saya bingung harus berbuat apa, akhirnya saya melaporkan kasus ini ke Polda. Saya dan istri pasrah, kalau memang nantinya harus mengalami kejadian yang tidak diinginkan,”ungkapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut Sulis, saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan untuk memanggil saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Apalagi dalam perkara tersebut, dari keterangan pelapor ada salah seorang yang mengaku sebagai anggota polisi untuk menakuti pelapor (korban).

“Kasus tersebut yang menangani bagian Harda (Harta Benda) Ditreskrimum. Petugas sedang menyelidiki kasusnya dan mencari tahu siapa orang yang mengaku anggota polisi tersebut,” katanya.

Dikatakannya, masalah ini harus segera diselesaikan, karena jadi preseden buruk nama Polri. Rencananya dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

Loading...