Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pemasok Material Proyek Jalan Desa Pekurun Utara: Saya Justru Rugi Besar

Pemasok Material Proyek Jalan Desa Pekurun Utara: Saya Justru Rugi Besar

206
BERBAGI

‎Feaby/Teraslampung.com

Proyek jalan di Desa Pekurun Utara, Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara masih terbengkelai hingga kini. 

Kotabumi–Salah satu pemasok material dalam proyek jalan ‘bermasalah’ di Desa Pekurun Utara, Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura), Ano Wahyudi, bicara blak-blakan mengenai polemik jalan yang selama sepekan terakhir menjadi topik hangat di berbagai media massa.

Ia dengan tegas membantah jika dikatakan dirinya dianggap sebagai salah satu biang keladi penyebab keterlambatan pasokan material untuk jalan dan jembatan di desa tersebut. Ia mengaku,  dirinya hanya mengambil alih tugas kedua pemasok material sebelumnya yang sepertinya tidak terlalu serius melaksanakan tugasnya.

“Saya ini cuma mengambil alih tugas dua pemasok sebelumnya yakni Faisol, dan Fakih. Sebab, mereka seperti enggak mau bekerja,” kata dia, melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5).‎

Ano  menampik tudingan bahwa dirinya telah menerima uang sebesar Rp170 juta untuk memasok material untuk proyek jalan di desa itu. Menurutnya, jumlah uang yang dikirimkan oleh tim Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pola Khusus Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)‎ ‎Abung Tengah melalui rekeningnya sampai saat ini baru  sekitar Rp50 juta.

“Saya malahan  merugi sebesar Rp.34 juta saat memasok material untuk pembangunan jalan dan jembatan di desa tersebut. Bagaimana tidak rugi karena uang yang dikirimkan oleh tim MP3KI (Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia) hanya sebesar Rp50 saja, padahal nilai material yang sudah saya pasok sebesar Rp84 juta,” kata dia.

Lantaran rugo besar, Ano tidak mau meneruskan memasok material untuk kegiatan di desa tersebut meski tim MP3KI Abung Tengah berniat mengirimkan uang sekitar Rp47 juta untuk kembali memasok material.

Berdasarkan perhitungan Ano,  uang yang akan dikirimkan tim MP3KI tersebut tak akan cukup untuk memasok material karena besaran nilai material yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp.120 juta.

“Saya sudah rugi Rp.34 juta. Masa saya mau rugi lagi. Uang Rp47 juta itu enggak cukup memasok material yang nilainya mencapai sekitar Rp.120 juta,” paparnya.

Menurutnya, saat pertama kali memasok material ke desa tersebut, kedua pemasok sebelumnya yakni Faisol yang tak lain menantu mantan Camat Lukmansyah, dan Fakih sama sekali belum mengirimkan pasokan material. Sementara berdasarkan informasi yang diterimanya, keduanya sempat menerima aliran dana MP3KI yang notabene untuk memasok material dalam kegiatan yang ada di Desa itu.

“Mereka sama sekali belum mengirimkan material apa pun saat itu,” kata dia.

Yang lebih mencengangkan, Ano juga sempat menyebut salah satu pejabat eselon III Lampung Utara yang berinisial W supaya perkara ini menjadi terang benderang. Lantaran menurutnya, ia merasa dirinya akan ‘ditumbalkan’ dalam perkara ini.

“Saya malah senang masalah ini dibawa ke ranah hukum. Biar kebuka semua,” tandasnya.

Sebelumnya, Meski telah jelas melanggar aturan, Pemkab Lampung Utara (Lampura) masih memberikan toleransi waktu bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek jalan ‘bermasalah’ di Desa Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah.

“Hasil pertemuan dengan pak Sekda (Sekkab) dengan Tim MP3KI ‎(Masterplan Percepatan dan Pe‎rluasan, Pengurangan Kemiskinan Indonesia)‎ Abung Tengah, mereka (Tim) diberikan waktu seminggu untuk melaporkan perkembangan proyek jalan itu,” kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lampura, Wahab‎ usai pertemuan tersebut, di pelataran parkir kantor Pemkab Lampung Utara, Kamis (7/5).

Namun, menurut Wahab, Pemkab Lampung Utra belum memberikan batas waktu hingga kapan pengerjaan itu harus selesai meski secara aturan telah melanggar. “Ini bukan batas waktu pekerjaan harus selesai. Pak Sekda inginkan harus ada progress/perkembangan dulu dari pekerjaan itu dalam seminggu ini,” terangnya.

Di lain sisi, ‎Kepala Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Abung Tengah, Triyono menyebutkan bahwa besaran dana untuk pengadaan material yang mencapai Rp.170 juta telah diberikan seluruhnya kepada pihak pemasok.

“Kalau nanti material sudah nyampe, pasti mulai kami kerjakan,” ‎kilahnya.

Hingga berita ini diturunkan (Sabtu petang, 9 Mei 2015 pukul 17.00 WIB), baik Faisol maupun Fakih belum berhasil dikonfirmasi.

CopyAMP code