Pembakaran Polsek Candipuro, 10 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad

TERASLAMPUNG.COM — Setelah menangkap dan menahan 14 orang pascapembakaran Polsek Candipuro, Lampung Selatan, Selasa tengah malam (18/5/2021), Polres Lampung Selatan hari ini (21/5/2021) menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Penetapan status tersangka berbarengan dengan peningkatan status dari penyelidikan kasus menjadi penyidikan.

“Sampai  Jumat (21/5/2021) Polres Lampung Selatan telah mengamankan 14 orang diduga pelaku pengerusakan Polsek Candipuro,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Jumat (21/5/2021).

Panda mengatakan, berdasarkan  hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan pada Kamis (20/5/2021), penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan menaikkan status dari penyelidikan ke Penyidikan dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Ke-10 tersangka tersebut adalah: J, SA, DK, ANS, AGS, ATS, JM, SK, SH, dan MS.

Pandra mengatakan, selain dijerat dengan  pasal 170 KUHPidana, J dan SA  juga dijerat dengan pasal lain karena mereka terkait dengan kasus pencabulan anak di bawah umur.

Untuk tersangka S alias J dipersangkakan dengan pasal 160 KUHPidana junto pasal 170 KUHPidana. Sedangkan untuk tersangka D, ANS, AGS dan ATS dipersangkakan dengan pasal 170 KUHPidana.

Tersangka JM dan SK dipersangkakan dengan pasal 28 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tersangka DK dipersangkakan dengan pasal 160 KUHPidana junto Undang undang Karantina Kesehatan, kata Pandra.

Menurut Pandra, 9 orang tersangka dilakukan penahanan di rutan Polres Lampung Selatan dan 1 orang tersangka dikembalikan kepada orang tuanya karena masih di bawah umur.

“Meski begitu, proses penyidikan tetap lanjut,” katanya.

Empat orang yang ditangkap tetapi tidak (belum) ditetapkan sebagai tersangka adalah SH, MS, RH, dan RM.

Terhadap SH dan MS yang juga ditangkap Polres Lamsel karena diduga turut serta melakukan tindak pidana pembakaran Mapolsek Candipuro, kata Pandra, penyidik belum memiliki alat bukti yang cukup sehingga terhadap kedua orang tersebut tidak dilakukan penahanan.

“Sedangkan RH dan RM yang juga turut diamankan merupakan saksi yang berada di tempat kejadian perkara ((TKP) pada saat peristiwa pengerusakan mapolsek Candipuro. Keterangannya dibutuhkan untuk menguatkan peran dari masing masing para tersangka. Setelah pemeriksaan selesai, kedua orang tersebut dipersilahkan untuk kembali ke rumahnya,” katanya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan dalam perkara ini yaitu: 1 (satu) unit handphone merk Xiomi warna silver milik tersangka JM, 1 (satu) unit handphone merk Oppo Reno warna hitam milik tersangka DK, 1 (satu) unit Handphone Oppo Reno dari tersangka S, 1 (satu) buah galon pecah jejak tindak pidana dari tersangka J, pecahan pintu kamar mandi jejak tindak pidana dari tersangka D, pecahan kaca neon box jejak tindak pidana dari tersangka S alias J, batu-batu yang di gunakan massa, foto-foto kerusakan Mapolsek Candipuro, pakaian yang di gunakan oleh para tersangka dan Video live streaming tersangka S.

Selanjutnya, penyidik akan meminta keterangan ahli dan melakukan pendalaman pemeriksaan untuk menggali pihak-pihak lain yang terlibat.

 

  • Bagikan