Pembakaran Polsek Candipuro, Kades Beringin Kencana Ditetapkan sebagai Tersangka

  • Bagikan
Warga Kecamatan Candipuro bergotong royong membantu aparat kepolisian membersihkan sisa-sisa barang yang masih berserakan di sekitar bangunan Mapolsek Candipuro.
Warga Kecamatan Candipuro bergotong royong membantu aparat kepolisian membersihkan sisa-sisa barang yang masih berserakan di sekitar bangunan Mapolsek Candipuro.

Zainal Asikin I Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Terkait kasus perusakan dan pembakaran Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan, Selasa tengah malam (18/5/2021),  penyidik Satreskrim Polres Lampung Selatan menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Salah satu tersangka dalam perkara itu adalah oknum Kedes Beringin Kencana, DK.

BACA: Tambah Dua, Tersangka Pembakaran Polsek Candipuro Jadi 12 Orang

“Dari 10 orang yang ditetapkan tersangka dalam perkara perusakan Mapolsek Candipuro, salah satu tersangka adalah benar oknum Kepala desa (Kades) Beringin Kencana berinisial DK  Hasil penyelidikan, oknum Kades Beirngin Kencana memenuhi unsur-unsur pidana karena dia (DK) sebagai inisiator,”kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad kepada teraslampung.com, Sabtu (22/5/2021).

Pandra mengatakan, oknum Kades tersebut,diduga memprovokasi dan menyebarkan provokasi melalui media sosial (medsos). Bahkan, kata Pandra, DK menyiapkan kata-kata provokatif untuk disebarkan.

“Sebelum terjadinya perusakan dan pembakaran markas Polsek  Candipuro, oknum Kades DK terbukti terlibat dalam mengumpulkan warga desanya untuk melakukan aksi berujung anarkis,” kata Pandra.

Semestinya, kata Pandra, oknum Kades Beringin Kencana tersebut berperan mencegah agar jangan sampai terjadi pembakaran.

“Ini justru sebaliknya, dia (kades) menjadi inisiator mengumpulkan massa untuk sama-sama menuju ke Mapolsek Candipuro. Sebagai Kades atau bapaknya orang desa, harusnya bisa mencegah, bermusyawarah dan mufakat. Ini justru sebaliknya, DK menjadi inisiator,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Pandra, DK juga mengajak warga untuk berkerumun di saat pemerintah daerah sedang melakukan penindakan terhadap protokol kesehatan (prokes) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi Provinsi Lampung saat ini, menjadi salah satu perhatian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di 10 Provinsi.

“Kades sebagai pelaksana PPKM mikro, mestinya bisa bersinergi dengan kepolisian. Pada saat kita semua steakholder sedang menertibkan penindakan displin prokes, oknum Kades DK malah mengajak orang berkerumun ikut aksi berujung perusakan dan pembakaran Mapolsek Candipuro. Bukannya melarang agar tidak berkerumun, ini justru dia (DK) bersemangat,”jelasnya.

Dalam perkara tersebut, oknum Kades Beringin Kencana disangka Pasal 160 KUHP jo UU Karantina Kesehatan.

Usai ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus perusakan dan pembakaran Mapolsek Candipuro, DK ditahan di Rutan Mapolres Lampung Selatan.

Pandra mengatakan, salah satu bukti kuat bahwa DK terlibat dalam perusakan dan berujung pembakaran Mapolsek Candipuro adalah tersebarnya rekaman Voice Note berisi suara DK di grup WhtasApp desa.

“Tanpa disadari oleh Kades tersebut, dalam grup WhatsApp desa ini ada anggota Bhabinkamtibmas Polsek Candipuro,” katanya.

Terkait hal tersebut,  beberapa warga Desa Beringin Kencana saat dikonfirmasi Teraslampung.com membenarkannya.

“Ya mas memang benar. Ada kok ucapan rekaman voice note Kades Beringin Kencana di grup WhtsApp desa itu,”kata warga desa setempat yang namanya minta dirahasiakan.

Hal senada juga dikatakan oleh warga Kecamatan Candipuro. Sayangnya, beberapa warga tersebut enggan menjelaskan mengenai isi ucapan rekaman voice note Kades Beringan Kencana di grup WhatsApp desa tersebut.

Seorang warga Beringin Kencana mengungkapkan, sebelum terjadi perusakan dan terbakarnya Mapolsek Candipuro, DK sempat diingatkan kakaknya agar mengurungkan niatnya. Namun, kata warga tersebut, nasihat itu tidak digubris.Bahkan DK marah kepada kakaknya.

“Atas dasar apa kamu mengingatkan, dan kapasitas kamu disini sebagai apa?”ucapnya yang menirukan perkataan yang dolontarkan Kades Beringin Kencana tersebut.

Kapolsek Dicopot

Setelah  Kades Beringin Kencana ditetapkan sebagai tersangka, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto langsung menunjuk Sekretaris desa (Sekdes) Beringin Kencana, Ahmad Mukhlis Haryadi, sebagai Plh Kades Beringin Kencana.

Selain lepasnya jabatan kades yang dialami DK,  perusakan dan pembakaran Mapolsek Candipuro juga berbuntut pencopotan   AKP Akhmad Hazuan dari jabatannya sebagai Kapolsek. AKP Akhmad Hazuan selanjutnya  dimutasi sebagai Kanit I Sinego Subdit Dalmas Ditsamapta Polda Lampung. Pencoptan itu tertuang dalam surat telegram Kapolda Lampung nomor: ST/396/V/KEP/2021 tertanggal 21 Mei 2021.

Jabatan Kapolsek Candipuro kini digantikan oleh Iptu Gunawam. Iptu Gunawan sebelumnya menjabat sebagai Paur Sunkum Subbidsunluhkum Bidkum Polda Lampung.

.com/t/e/teraslampung.com.1193498.js" async>
  • Bagikan