Beranda Hukum Kriminal Pembalakan di Hutan Register Tanjungraja, Polisi Sita 75 Gelondong Kayu Sonokeling

Pembalakan di Hutan Register Tanjungraja, Polisi Sita 75 Gelondong Kayu Sonokeling

1019
BERBAGI
Barang bukti pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan register Tanjung Raja, Lampung Utara
Barang bukti pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan register Tanjung Raja, Lampung Utara.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Aksi perambahan hutan atau pembalakan liar di kawasan hutan register yang berada di Desa Sukamenanti, Tanjung Raja, Lampung Utara masih saja terjadi.

Buktinya, 75 kayu gelondongan dan 2,5 kubik kayu jenis Sonokeling yang telah dijadikan papan dan balok dengan panjang 1,5 meter ditemukan di lokasi. Sayangnya, pihak kepolisian tak berhasil mengamankan para pelaku pembalakan lantaran keburu melarikan sebelum mereka tiba.

‎”Kayu – kayu ilegal itu kami temukan di kawasan hutan register. Namun, para pelakunya sudah terlebih kabur sebelum kami tiba,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara, AKP Syahrial, ‎Senin (22/1/2018).

Selain kayu gelondongan tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan lima unit sepeda motor yang diduga milik para pelaku pembalakan. Sepeda – sepeda motor ini tak sempat dibawa para pemiliknya saat melarikan diri. Barang bukti kejahatan pembalakan diangkut selama empat hari oleh petugas.

“‎Selama 4 hari kami mengamankan kayu-kayu itu dari lokasi untuk dibawa ke Mapolres,” tuturnya.

Menurut Syahrial, informasi pembalakan ini didapatnya dari masyarakat. Aktivitas pembalakan ini diduga sudah dilakukan sejak tahun 2017 silam. Pihaknya segera menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Benar saja, di lokasi, pihaknya menemukan banyak sekali kayu yang tergeletak di pinggir jalan.

“Di lokasi, masih banyak lagi kayu yang seperti itu dan sudah kami beri garis polisi. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” jelas dia.

Di samping melakukan penyelidikan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan pihak kejaksaan serta pengadilan terkait kasus ini. Tujuannya untuk mengetahui apakah barang bukti pembalakan liar ini dapat dilelang atau tidak supaya tak sia – sia.

“Kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak apakah nantinya dapat dilelang atau tidak,” katanya.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaSulpakar: Demo Guru Honorer Salah Alamat
Artikel berikutnyaSri Widodo Dipecat Sebagai Ketua DPD Partai Hanura Lampung
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya