Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Pembangunan Jalan Pintas di Jl Khairil Anwar Gang Bukit Indah 1 Bandarlampung...

Pembangunan Jalan Pintas di Jl Khairil Anwar Gang Bukit Indah 1 Bandarlampung Dihentikan

323
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM —Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bandarlampung meminta pembangunan jalan pintas yang dibangun oleh pengusaha bernama Engkun di Jalan Khairil Anwar Gang Bukit Indah 1, Bandarlampung,dihentikan.

“Saya minta mulai hari ini pembangunan jalan oleh Engkun itu dihentikan, kemarin saya sudah datang dan minta pembangunan jalan tersebut dihentikan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Dekrison saat berdialog dengan warga dan pengusaha untuk menyelesaikan konflik antara warga dengann pengusaha, di ruang rapat Dinas Permukiman Bandarlampung, Senin, 14 Oktober 2019.

Pembangunan jalan yang menghubungkan rumah milik Engkun yang di bawah dengan lahannya di atas belum memiliki izin dan belun menperoleh persetujuan warga sekitar.

“Pembangunan jalan itu harus ada izin dari Pemkot dan  harus ada persetujuan warga. Kalau tidak ada izinnya dan persetujuan dari warga harus dihentikan sampai proses tersebut dijalankan,” tegas Dekrison.

Menanggapi permintaan dari Disperkim Kota Bandarlampung, Yudo, orang kepercayaannya Engkun, berjanji akan mematuhi permintaan tersebut.

“Kami akan taat, kami akan hentikan pembangunan akses jalan tersebut sampai persoalan izin dan persetujuan warga selesai,” jelas Yudo.

Sementara itu Mansyur, warga yang terdampak dengan adanya jalan pintas tersebut mengungkapkan tidak setuju dengan adanya jalan pintas yang akan dibangun oleh Engkun itu.

“Kami menolak adanya jalan pintas itu, kenapa harus dibangun jalan pintas di atas. Kalau cuma akses aja kan bisa dibuatkan pintu sama dia,” ungkapnya.

Engkun sudah lama tertarik untuk membeli rumahnya dan dua rumah lainnya tapi warga menolak dengan alasan rumah-rumah tersebut merupakan peninggalan kakek mereka.

“Sebetulnya mereka mengincar tiga rumah ini, sudah dari dulu pak. Kami tidak akan menjualnya karena ini rumah peninggalan kakek kami makanya mereka (Engkun) menggunakan berbagai cara agar tiga rumah ini dijual ke mereka,” jelas Mansyur.

Dari pantauan teraslampung.com jalan pintas yang rencananya dibangun untuk menghubungkan rumah Engkun dengan lahan yang di belakangnya siang tadi dihentikan kegiatan pembangunannya.

Pembangunan jalan pintas sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter tersebut berdampak buruk bagi warga sekitar, ada anak warga yang terkena sesak nafas semenjak pembangunan jalan pintas tersebut.

“Anak saya sampe masuk rumah sakit daerah karena sesak, gara-gara debu yang bertebangan dari pembangunan jalan pintas itu,” ungkap Erlin sambil meneteskan air mata.

Dandy Ibrahim

Loading...