Beranda Views Opini Pembangunan “Land Mark” Kota Metro

Pembangunan “Land Mark” Kota Metro

1282
BERBAGI
Oleh:  Ir. Elka Irianta*
Masjid Taqwa Kota Metro (teraslampung/oshn)
Metro.
Itulah nama
yang menjadi sebutan daerah kolonis yang dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda
untuk menindaklanjuti program produksi pangan setelah Bendungan Argo Guruh dibangun pada (1934 Pembangunan Bendungan Argo Guruh merupakan sebagaian
program pemerintah Belanda untuk mendatangkan pekerja dari Jawa untuk membangun lumbung pangan bagi Belanda di Lampung.
Metro berasal
dari kata ‘metrem’ yang berarti pusat. Dalam hal ini berarti pusat atau titik pertumbuhan ekonomi region Karisidenan Sukadana. Sebagai pusat pertumbuhan, Metro didukung
oleh rencana pembangunan bedeng-bedeng yang dimulai dari Bedeng 1 hingga Bedeng 58.
Sebagai pusat ekonomi maupun pusat pemerintahan, selain membangun bedeng-bedeng pemerintah Belanda juga menyiapkan tanah
yang cukup luas. Pemerintah
Belanda juga membangun beberapa fasilitas umum. Peninggalannya yang masih bisa ditelusuri jejaknya antara
lain bangunan yang sekarang menjadi Kantor Polres
Metro,  gedung Gereja Santa Maria sampai Rumah Sakit Ahmad Yani. Selanjutnya memanjang ke arah barat Lapangan Samber dan Pasar Kopindo,
Cendrawasih. Keberadaan fasilitas
umum tersebut sampai sekarang sebagian besar masih milik pemerintah, walaupun
ada beberapa yang sudah beralih menjadi milik pribadi.
Fasilitas yang biasa di bangun dan disiapkan oleh
pemerintah Belanda antara lain, sarana ibadah masjid, gereja, rumah sakit,
kantor pos, pasar dan kantor pemerintahan. Pemerintah Belanda sudah
memperhitungkan daerah yang dibangun dan akan menjadi pusat pertumbuhan dan
pemerintahan akan disiapkan fasilitas umum yang luas lebih luas dari daerah
lain sebagai penyangga. Sebagai contoh wilayah Trimurjo, fasilitas umumnya tidak jauh berbeda dengan
wilayah Batanghari atau Sekampung. Namun, Metro sebagai pusat ekonomi maupun pemerintahan
disiapkan fasilitas umum yang lebih luas agar perkembangan kedepan tidak
terhambat.
Land
Mark” Metro

Pada masa awal Metro, dibangunlah Kantor Pos,
Gereja  Santa Maria, Masjid Taqwa dan Tugu Meterm serta alun-alun (sekarang Lapangan Merdeka) serta pasar. Semua itu menandakan Metro sebagai “pusat” pertumbuhan daerah baru yang
membanggakan warganya . Sebagai bentuk kebanggaan,  upaya untuk memelihara, memperbaiki  bahkan membangun kembali akan didukung oleh
masyarakat, dengan berbagai alasan agar 
bangunan monumental tersebut masih selalu berdiri dan makin baik.
Pemerintah Kota Metro pada tahun 2013 ini, telah
mempersiapkan membangun atau
merehabilitasi sejumlah bangunan yang menjadi land mark Kota Metro. Antara lain
adalah Tugu Metrem dan Masjid Taqwa. Pembangunan Tugu Metrem dan rehabilitasi Masjid Taqwa dimaksudkan agar bangunan tersebut
dapat menjadi bagian pembangunan budaya yang ada di Kota Metro.
Secara kebahasaan land mark berarti (1) penunjuk, penanda, tengara (2) sesuatu yang
mudah dilihat atau dikenal,
(3) hal
yang menonjol, (4) kejadian/peristiwa
penting. Bagi warga sebuah
kota, land mark bisa bermakna
bangunan bersejarah yang dapat dibanggakan oleh masyarakat. Land mark dapat pula dianggap
sebuah cirri suatu daerah. Contoh Singapura mempunyai Patung Merlion, Paris
mempunyai Menara Eifel.
Indonesia yang merupakan bekas jajahan Belanda telah
diwarnai dengan beberapa
peninggalan yang dibangun bangunan bersejarah. Sebagai contoh, di Tanjungkarang,Bandarlampung, pemerintah Belanda membangun Kantor Pos di Jalan
Kota Raja yang dianggap titik nol untuk Lampung. Kota-kota di Jawa selalu
dicirikan adanya alun-alun, masjid yang megah atau Kantor pos atau Gereja yang
berdekatan. Demikian juga Metro.
1.      Tugu Metrem
Tugu Metrem
yang pada masa lampau didirikan di depan Kantor Bappeda. Namun, karena ternyata selalu menimbulkan
kesemrawutan, maka bangunan itu dirobohkan. Sekarang Pemerintah Kota Metro akan kembali membangun
Tugu Metrem sebagai bentuk apresiasi pemerintah dan masyarakat
terhadap para pendahulu yang menjadikan Metro 
sebagai pusat kota dan pusat pertumbuhan ekonomi. Sebagai pusat
pertumbuhan ekonomi selalu mempercepat pertambahan penduduk dan tumbuhnya pasar. Pembangunan pasar baru dan pertokoan, menjadikan Metro sebagai
kota besar.
Tugu Metrem akan dibangun di Lapangan Merdeka dengan
dana kurang lebih sebesar Rp 2
miliar. Direncanakan Tugu Metrem akan menjadi land
mark
Kota Metro yang
dapat dijadikan sebuah kebanggaan di Kota Metro.
Sebagai sebuah kebanggaan tentu saja akan menjadikan
magnet bagi masyarakat untuk melihat dan pada akhirnya timbul kegiatan ekonomi
kreatif dengan memanfaatkan kesukaan masyarakat Indonesia dalam berbelanja
membawakan oleh-oleh bagi keluarga yang di rumah.
Saat ini di lokasi rencana Tugu Metrem yaitu yang dikenal dengan Lapangan Merdeka telah berubah menjadi tempat yang
layak dikunjungi warga kota pada
sore dan malam hari. Di tempat tersebut
terdapat aneka permainan anak dan berbagai makanan ringan dan minuman serta
cukup banyak warga yang melepas lelah dan menikmati waktu malam di Kota Metro.
Kegiatan tersebut akan
bertambah semarak apabila Tugu Meterm sudah dibangun.
2.      Masjid Taqwa

Masjid Taqwa merupakan masjid kebanggaan masyarakat Kota Metro.Masjid tersebut juga termasuk lark mark bagi Kota Metro.
Masjid
Taqwa sejak didirikan sudah direhab beberapa kali, sehingga menjadi masjid yang
besar megah sampai saat ini.
   
Masjid Taqwa yang berdiri cukup megah di tengah kota kini dirasakan sudah tidak mampu
lagi menampung warga untuk beribadah, terutama pada saat ibadah Hari Raya
maupun sholat Jumat. Untuk mengatasi masalah itu sekaligus untuk melestarikan
Masjid Taqwa sebagai land mark, maka pada 2013 Pemkot Metro akan merebahilitasi masjis tersebut. 
Rencananya Masjid Taqa akan diperluas dengan cara membangun
masjid menjadi 2 lantai. Upaya rehabilitasi
Masjid Taqwa diperkirakan akan menelan biaya 18 miliar.
Rehabilitasi masih tetap mempertahankan bentuk kubah dan menara. Penambahan pada rehab
ini adalah menambah kubah kecil di sudut-sudut sebanyak lima kubah kecil, dan
menambah tempat wudlu pada sisi kiri dan kanan.
  
3.      Islamic  Center

Untuk melengkapi Masjid Taqwa sebagai tempat atau
pusat kajian Agama Islam di Kota Metro, pada Tahun 2013 ini, akan dibangun
Islamic Center. Islamic Center tersebut akan berfungsi sebagai asrama haji,
yang pada saat musim haji akan berfungsi sebagai asrama. Sementara pada saat lain dapat
difungsikan untuk keperluan lain, untuk mendukung kegiatan pemerintah Kota Metro. 
Pembangunan Islamic Center
berlokasi di Eks SMPN I, diperkirakan akan menelan biaya kurang lebih Rp9 miliar.***
*Kabid
Fisik Bappeda Kota Metro

Loading...